Mediapriangan.com - Keberadaan dua Komisi Percepatan Reformasi Polri kini menjadi perhatian publik. Satu dibentuk oleh internal Polri pada 17 September 2025, sementara satu lagi dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 7 November 2025.
Menariknya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo termasuk dalam 11 anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan tumpang tindih antara kedua komisi tersebut.
Ketua Komisi, Jimly Asshiddiqie, menegaskan bahwa justru dengan adanya Kapolri Listyo Sigit di dalam tim, koordinasi antara kedua komisi akan berjalan lebih cepat dan efisien. “Kita tidak melihat Polri itu hanya dari luar,” ujar Jimly.
Baca Juga: Komisi Percepatan Reformasi Polri Tambah Anggota Perempuan, Jimly: Usulan Langsung Presiden Prabowo
Sinergi Dua Komisi dan Akses Informasi Internal
Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Senin, 10 November 2025, Jimly Asshiddiqie menyampaikan bahwa timnya akan secara rutin berkoordinasi dengan Komisi Reformasi Internal Polri.
“Kami juga tadi sudah mendengar laporan perkembangan yang ada di internal dan termasuk kami putuskan bahwa ketua Tim Reformasi Internal, itu kita selalu undang kalau ada rapat,” kata Jimly.
Ia menambahkan, langkah ini penting agar tim bentukan Presiden bisa memperoleh perspektif langsung dari dalam tubuh kepolisian. “Supaya dari internal punya informasi yang kadang kita perlukan, sehingga kita tidak melihat Polri itu hanya dari luar,” imbuhnya.
Baca Juga: Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon Tegaskan Jasa Besar dan Proses Hukum Telah Tuntas
Peran Kapolri Sebagai Penghubung Koordinasi Cepat
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri merupakan bagian dari upaya mempercepat koordinasi kebijakan.
“Sebagai upaya untuk bisa merespon cepat dan mengimplementasikan terkait rekomendasi-rekomendasi yang nanti akan diberikan oleh Ketua Tim Reformasi kepada Bapak Presiden dan harus kita lanjuti,” ucap Listyo.
Ia juga memastikan bahwa institusi Polri terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan. “Karena kita juga tentunya ingin terus mewujudkan performa Polri sehingga Polri ini betul-betul bisa menjadi institusi yang mewujudkan apa yang bisa diharapkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Surya Paloh Hormati Putusan MKD DPR soal Sanksi Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Belum Rencana PAW
KPK Dalami Proyek Monumen Reog Usai Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai Tersangka
Polisi dan Kementerian PPPA Pastikan SMAN 72 Jakarta Siap Gelar Kegiatan Belajar Lagi Usai Ledakan
Bupati Tasikmalaya Ajak Teladani Nilai Juang di Hari Pahlawan 2025 dan Apresiasi Pengelola PBB Berprestasi
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Ajak Warga Jadikan Hari Pahlawan Nasional 2025 Sebagai Momentum Pengabdian
Wali Kota Tasikmalaya Ajak Warga Jadi Pahlawan Masa Kini di Peringatan Hari Pahlawan 2025