"Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning," sebut Dimas.
"Saat melintasi kawasan Talang, ia melihat dari kejauhan sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah," tambahnya.
Sepeda motor yang ditumpangi dua orang tersebut diduga berjenis Honda Beat atau Honda Vario model lama dengan warna hitam dan panel putih di bagian belakang.
Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie Yunus.
Baca Juga: Bupati Herdiat Serahkan THR Pasukan Ungu saat Apel DPRKPLH Ciamis, Apresiasi Petugas Kebersihan
Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh aktivis KontraS itu, terutama wajah, mata, dada, dan tangan.
Akibat serangan penyiraman air keras tersebut, Andrie Yunus berteriak kesakitan hingga kehilangan kendali atas sepeda motornya. Ia bahkan dilaporkan terjatuh di lokasi kejadian.
Cairan yang mengenai tubuh korban juga menyebabkan pakaian yang dikenakan Andrie Yunus mengalami kerusakan hingga meleleh.
Dalam kondisi kesakitan, aktivis KontraS itu sempat berusaha mengambil kembali sepeda motor dan tasnya. Ia kemudian meninggalkan pakaian yang rusak di lokasi sebelum berusaha mencari pertolongan.
Baca Juga: Kompensasi Sopir Angkot Jabar Cair Rp6,9 Miliar, Dedi Mulyadi Liburkan Sopir Saat Mudik Lebaran 2026
"Sementara pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya," terang Dimas.
Menurut keterangan KontraS, saat melarikan diri pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 23.38 WIB, Andrie Yunus kembali mengendarai sepeda motornya menuju rumah kontrakan di kawasan Menteng melalui jalan belakang.
Dari sana, aktivis KontraS tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka dari penyiraman air keras.