TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan keberadaan PKL Ramadan di Jalan HZ Mustofa tidak akan lagi terjadi pada tahun mendatang. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan, keberadaan PKL dadakan di kawasan tersebut hanya akan berlangsung pada Ramadan tahun ini.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kembali ramainya PKL dadakan di Jalan HZ Mustofa yang memicu kemacetan dan keluhan masyarakat. Aktivitas PKL Ramadan tersebut terlihat sejak memasuki minggu ketiga Ramadan atau sekitar sepuluh hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Lapak para PKL dadakan mulai bermunculan di sepanjang Jalan HZ Mustofa, mulai dari pertigaan Jalan Cihideung hingga perempatan Jalan Panyerutan. Kondisi tersebut membuat badan jalan menyempit sehingga arus kendaraan di jalur utama pusat kota sering tersendat.
Selain memicu kemacetan Tasikmalaya, keberadaan PKL Ramadan di Jalan HZ Mustofa juga berdampak pada sektor parkir. Banyak lokasi parkir yang biasanya digunakan pengunjung pusat kota berubah menjadi lapak PKL dadakan.
Fenomena PKL Ramadan di Jalan HZ Mustofa sebenarnya bukan hal baru. Aktivitas pasar dadakan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi rutinitas setiap bulan Ramadan di Kota Tasikmalaya.
Sejumlah warga mengaku terganggu dengan kondisi tersebut karena kemacetan semakin parah saat mendekati Lebaran. Salah seorang warga Penyingkiran, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Mela Karmila (43), mengaku aktivitas PKL dadakan membuat lalu lintas di Jalan HZ Mustofa semakin semrawut.
"Ya kami masyarakat ya jelas terganggu. Dengan adanya pedagang dadakan tersebut Jalan HZ semakin semerawut dan lalulintas hampir setiap hari macet," ujar Mela Karmila (43), salah seorang warga Penyingkiran Indihiang Kota Tasikmalaya, Jum'at (13/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin terasa ketika jumlah pengunjung pusat kota meningkat menjelang Lebaran. Banyak warga yang datang untuk berbelanja kebutuhan hari raya sehingga kepadatan lalu lintas semakin sulit dihindari.
"Ya kami jelas terganggu pak, mau parkir juga susah karena tempat parkirnya dipakai lapak pedagang," katanya.
Hal serupa disampaikan Abdullah, warga Babakan Payung, Cihideung, Kota Tasikmalaya. Ia berharap ke depan tidak lagi ada PKL Ramadan yang berjualan di Jalan HZ Mustofa karena dampaknya cukup besar terhadap ketertiban lalu lintas.
"Bukan menolak pedagang ya, tapi kan dampaknya merugikan, lalulintas macet, tempat buat parkir tidak ada kasian masyarakat," ujar Abdullah.
Artikel Terkait
Gelar Raker, PSSI Kota Tasikmalaya Matangkan Program Pembinaan Satu Tahun ke Depan
Walau Penjualan Menurun, Pedagang Beduk Ramadan di Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan
Kota Tasikmalaya Miliki Risiko Bencana Cukup Tinggi, BPBD Fokus Perkuat Mitigasi dalam RKPD 2027
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Imbau Jamaah Umroh Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci
Jejak 1934 di Tengah Kota Tasikmalaya, Kisah Masjid H. Bakri yang Bertahan di Balik Pertokoan
Pengemis Musiman Serbu Kota Tasikmalaya Saat Bulan Ramadan, Pendapatan Bisa Tembus Rp5 Juta per Bulan