TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pelaku distribusi LPG di wilayah Priangan Timur mendesak pemerintah daerah segera menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG tabung 3 kilogram yang dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Mereka menilai pemerintah terlalu lamban mengambil keputusan, padahal aturan tersebut sudah lebih dari satu dekade tidak mengalami perubahan.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Priangan Timur, H. Sigit Wahyu Nandika, mengatakan HET LPG di wilayah Priangan Timur masih bertahan di angka Rp16.000 sejak 2014. Selama 12 tahun terakhir, menurutnya tidak ada penyesuaian meski berbagai biaya operasional terus meningkat.
“Sejak tahun 2014 HET masih Rp16.000. Padahal kondisi sekarang sudah jauh berubah. Kami sudah mengajukan penyesuaian kepada wali kota sejak lebih dari satu tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Sigit, Jumat (13/3/2026).
Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan sebagian besar daerah lain di Jawa Barat yang sudah lebih dulu melakukan penyesuaian harga. Dari total 27 kabupaten/kota di provinsi tersebut, sekitar 21 daerah disebut telah menaikkan HET LPG ke kisaran Rp19.000 per tabung.
Menurut Sigit, ketertinggalan kebijakan di wilayah Priangan Timur membuat pelaku distribusi menghadapi tekanan biaya yang semakin besar. Selain inflasi, berbagai transaksi distribusi saat ini juga telah dikenakan pajak sehingga berdampak pada meningkatnya biaya operasional.
“Mayoritas daerah di Jawa Barat sudah menyesuaikan HET sekitar Rp19.000. Di sini masih Rp16.000. Padahal sekarang hampir semua transaksi sudah kena pajak dan biaya operasional juga meningkat,” katanya.
Selain soal harga, para pelaku distribusi juga menuntut adanya kepastian hukum dari pemerintah daerah. Sigit menegaskan pihaknya membutuhkan surat keputusan resmi dari kepala daerah sebagai payung hukum dalam menjalankan distribusi LPG.
“Yang dibutuhkan sebenarnya payung hukum. Kalau sudah ada SK dari wali kota atau bupati, maka distribusi berjalan jelas dan legal. Jangan sampai praktik di lapangan berbeda dengan aturan yang ada,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan jumlah pangkalan LPG di Priangan Timur tergolong besar. Di Kota Tasikmalaya saja terdapat hampir 700 pangkalan, sementara di Kabupaten Tasikmalaya sekitar 1.300 pangkalan. Jika ditotal, jumlah pangkalan di wilayah Priangan Timur mendekati 4.000 titik.
Artikel Terkait
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Imbau Jamaah Umroh Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci
Jejak 1934 di Tengah Kota Tasikmalaya, Kisah Masjid H. Bakri yang Bertahan di Balik Pertokoan
Pengemis Musiman Serbu Kota Tasikmalaya Saat Bulan Ramadan, Pendapatan Bisa Tembus Rp5 Juta per Bulan
Besaran Zakat Fitrah Ramadan 1447 H di Kota Tasikmalaya Rp 37.500 per Jiwa, Ini Penjelasan Ketua Baznas
Viman Alfarizi Ramadhan Buka Musrenbang Diskominfo Kota Tasikmalaya, Dorong Digitalisasi Pemerintahan Lebih Efektif
Ratusan Anak Yatim Kota Tasikmalaya Terima Santunan, Ngabuburit Penuh Kepedulian di Makodim