Andrie Yunus tiba di rumah sakit sekitar pukul 23.48 WIB dan langsung mendapatkan perawatan dari tim medis.
KontraS menyatakan bahwa dalam insiden penyiraman air keras tersebut tidak ada barang milik korban yang hilang.
Namun organisasi tersebut mendesak aparat kepolisian segera mengusut pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus.
"Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia," tegas Dimas.***