nasional

Strategi Intel dan ICCN Bekali 158 Guru Vokasi Teknologi AI Guna Percepat Link and Match Industri Masa Depan

Kamis, 23 April 2026 | 12:57 WIB
Sinergi lintas sektor bekali 158 guru vokasi kompetensi teknologi AI guna akselerasi link and match industri masa depan. Simak detailnya di sini. (Dok. ICNN)

 

MALANG, Mediapriangan.com - Akselerasi kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan kejuruan kini memasuki babak baru melalui penguasaan teknologi tingkat tinggi.

Sebanyak 158 guru vokasi, pendidik SMK/SMA, hingga instruktur dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti program peningkatan kapasitas eksklusif yang berfokus pada integrasi teknologi AI, coding, dan robotika dalam kurikulum sekolah.

Langkah strategis ini diinisiasi oleh kolaborasi Direktorat Kemitraan Vokasi Deputi 4 Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Intel Indonesia, Ikatan Guru Vokasi Indonesia (IGVI), dan AXIOO Class Program.

Baca Juga: Taliabu Gandeng ICCN, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Jalan Baru Lepas dari Ketergantungan Tambang

Melalui platform daring yang berlangsung mulai 22 hingga 28 April 2026, para pendidik didorong untuk menerapkan Intel Skills for Innovation (SFI) yang selaras dengan metode pembelajaran mendalam atau deep learning.

Direktur Kemitraan Vokasi dan Pendidikan ICCN, Rudi Nofindra, menekankan bahwa sinergi ini merupakan fondasi utama dalam menciptakan kesesuaian atau link and match industri masa depan.

Rudi Nofindra menilai penguasaan alat digital oleh pengajar adalah syarat mutlak dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Baca Juga: Wamen HAM Gandeng ICCN Siapkan Delegasi Lokal ke Forum Dunia Korea Selatan Perkuat Prinsip Kota Kreatif

"Pelatihan ini bukan sekadar pengenalan teknologi semata, melainkan langkah strategis dalam membekali pendidik agar mampu mencetak talenta-talenta vokasi yang inovatif, adaptif, dan siap menjadi penggerak dalam ekosistem ekonomi kreatif digital kita," katanya.

Selaras dengan hal tersebut, transformasi pendidikan vokasi kini tidak lagi hanya berbicara mengenai ketersediaan perangkat fisik, melainkan bagaimana peran sentral guru dalam mengadopsi inovasi.

Intel Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para pendidik yang ingin memperkuat relevansi pembelajaran di ruang kelas.

Baca Juga: ICCN Gandeng Greeneration Foundation, Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Jadi Fokus Kolaborasi

Educational Program Manager Intel Indonesia, Devi Amalia, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI harus dilakukan secara bertanggung jawab agar memberikan dampak nyata bagi siswa.

Halaman:

Tags

Terkini