nasional

Boon Pring Jadi Sorotan, Mengupas Strategi ICCN dalam Indonesia Culture dan Creative Festival 2026

Selasa, 5 Mei 2026 | 20:23 WIB
Indonesia Culture & Creative Festival 2026 di Boon Pring, Malang, menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem budaya lokal. (Dok. ICCN)

MALANG, Mediapriangan.com - Kawasan Boon Pring di Kabupaten Malang resmi bertransformasi menjadi pusat perhatian nasional melalui gelaran Indonesia Culture dan Creative Festival 2026.

Berlangsung pada 8 hingga 10 Mei 2026, acara ini menjadi bukti nyata bagaimana ekosistem kebudayaan dapat diintegrasikan dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pendekatan Living Museum.

Indonesia Culture dan Creative Festival yang diinisiasi oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bersama Yayasan Lintas Batas ini bukan sekadar pameran, melainkan sebuah ruang kolaborasi lintas sektor.

Mengambil lokasi di Boon Pring, festival ini menekankan pada penguatan program yang telah dirintis sejak tahun 2025.

Baca Juga: ICCN Jakarta dan UNESA Jalin Sinergi untuk Percepat Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional

Ketua Harian ICCN, Vicky Arief Hidayat, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi ajang pertukaran praktik pengembangan kawasan yang sangat berharga.

“Festival ini mempertemukan berbagai pendekatan pengembangan budaya dari banyak kota, sehingga tercipta pembelajaran kolektif yang bisa diterapkan di berbagai wilayah,” ujarnya.

Selama tiga hari, berbagai rangkaian acara padat dijalankan, mulai dari sharing session di Kota Malang hingga cultural residency di kawasan Boon Pring.

Fokus utamanya adalah bagaimana budaya dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif yang memberikan dampak langsung bagi warga lokal.

Baca Juga: Strategi Intel dan ICCN Bekali 158 Guru Vokasi Teknologi AI Guna Percepat Link and Match Industri Masa Depan

Muhammad Anwar, Project Leader ICF sekaligus Direktur Aktivasi Kebudayaan dan Pusaka ICCN, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat aplikatif.

“Yang kami lakukan adalah memperkuat apa yang sudah ada. Dengan begitu, dampaknya tidak berhenti di festival, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Seluruh elemen dalam Indonesia Culture dan Creative Festival ini dirancang agar saling terhubung. Dari diskusi strategis mengenai identitas kota kreatif, pemetaan aset cagar budaya, hingga forum business matching, semua diarahkan untuk melahirkan jejaring kerja sama yang berkelanjutan.

Baca Juga: Taliabu Gandeng ICCN, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Jalan Baru Lepas dari Ketergantungan Tambang

Halaman:

Tags

Terkini