nasional

Di Balik Latsarmil Kopdes-KNMP, Ini Tujuan Wajibnya Latihan Dasar Militer usai 5 Calon Manajer Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 | 22:54 WIB
Latsarmil Kopdes-KNMP ramai disorot setelah 5 calon manajer meninggal. Berikut tujuan latihan dasar militer dan kronologi kejadiannya. (Instagram.com/@fakta.indo)

Kronologi Lima Peserta Meninggal Saat Latsarmil

1. Yonanda Muhammad Taufiq - Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja

Pada 17 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, Yonanda mengikuti pengenalan lingkungan di kawasan latihan. Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan kondisinya mengalami penurunan kesadaran sebelum dievakuasi ke Pos Kesehatan dan dirujuk ke RS dr. Noesmir Baturaja.

"Meskipun telah dilakukan tindakan medis secara intensif, pada pukul 18.30 WIB dokter menyatakan almarhum meninggal dunia dengan diagnosis cardiac arrest (henti jantung)," ungkap Yonanda dikutip dalam keterangan resminya, pada Minggu, 28 Juni 2026.

2. Anisa Muyassaroh - Satdik Dodikjur Rindam VI Balikpapan

Anisa mengikuti kegiatan pembelajaran pada 18 Juni 2026. Sekitar pukul 13.35 WITA ia mengeluhkan sesak napas dan mual. Setelah mendapat penanganan awal, Anisa dirujuk ke RST dr. Hardjanto Balikpapan. Kondisinya terus menurun hingga hasil pemeriksaan EKG menunjukkan flat asystole.

Baca Juga: Setu Babakan, Wisata Jakarta Selatan yang Memadukan Budaya Betawi, Kuliner Tradisional, dan Alam Asri

3. Novia Rahmadhani Sihotang - Satdik Pusbahasa Kodiklatau

Pada 22 Juni 2026, Novia mendatangi UKS dengan keluhan batuk berdahak, demam, dan sesak napas. Kondisinya memburuk sehingga dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan menjalani perawatan intensif setelah didiagnosis TB paru aktif.

"Pada pukul 15.00 WIB kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran," ungkap Ketut.

"Tim medis segera melakukan resusitasi jantung paru, namun pada pukul 15.13 WIB dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia," tambahnya.

4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan - Satdik Yon PARAKO 465

Rifki sempat mengalami sesak napas pada 26 Juni 2026. Setelah memperoleh terapi oksigen, ia kembali mengikuti kegiatan. Namun beberapa jam kemudian kondisinya kembali memburuk sehingga dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan mendapatkan perawatan intensif di ICU. Meski telah dilakukan berbagai tindakan medis, nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Kemhan Ungkap Penyebab Meninggalnya 5 Peserta SPPI, Seluruhnya Telah Ditangani Sesuai Prosedur Medis

5. Nola Dya Sari - Satdik C Kalimantan

Halaman:

Tags

Terkini