nasional

Ignasius Jonan Balas Kritik Singapura dan Malaysia soal Karhutla RI, Singgung Perusahaan dan Ajak Atasi Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:33 WIB
Ignasius Jonan merespons kritik Singapura dan Malaysia terkait karhutla Indonesia. Ia meminta kedua negara bekerja sama menangani kabut asap. (Instgaram/ignasius.jonan)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dinilai perlu melibatkan kerja sama lintas negara, bukan sekadar kritik terbuka. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Ignasius Jonan, meminta Singapura dan Malaysia ikut berkontribusi dalam upaya mengatasi kebakaran serta pencemaran asap lintas batas.

Pernyataan tersebut disampaikan Jonan melalui akun Instagram pribadinya, @ignasius.jonan, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia menanggapi kritik dari sejumlah tokoh Singapura dan Malaysia mengenai karhutla yang kembali menjadi persoalan di Indonesia.

Jonan menilai, penyelesaian masalah lingkungan tersebut akan lebih efektif jika negara-negara terkait mengutamakan koordinasi dan dukungan nyata. Menurutnya, masing-masing negara perlu menyiapkan peralatan, teknologi, serta personel yang memadai untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Indonesia, Menko PMK Sugiono Ungkap Respons Pemerintah atas Pesan Parlemen Malaysia

“Kalau ingin ini ditangani, ayo kerja sama. Setiap negara, menurut saya, harus memiliki peralatan, harus memiliki teknologi, dan harus memiliki personil yang cukup. Kalau menangani human trafficking bisa, menangani terorisme bisa bersama, menangani perdagangan obat bius bisa bersama, kenapa ini tidak? Kok tiba-tiba mengkritik secara terbuka?” tegas dia.

Ia juga mempertanyakan waktu penyampaian kritik dari Singapura dan Malaysia. Jonan menyoroti kemungkinan keterkaitan perusahaan yang beroperasi atau memiliki kepentingan di Indonesia dengan entitas bisnis yang berasal dari kedua negara tersebut.

“Kenapa sekarang dilakukan kritik? Kenapa tidak saat saat yang lalu? Karena banyak perusahaan yang sebagian dimiliki oleh perusahaan yang didirikan di Malaysia dan Singapura,” kata Jonan.

Baca Juga: Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran Hutan sebagai Terorisme Lingkungan

Menurut Jonan, kritik yang disampaikan secara terbuka melalui media sosial, terlebih jika disertai ancaman, berisiko menghambat upaya membangun penyelesaian bersama.

Ia berpandangan, pendekatan diplomasi dan kerja sama lebih dibutuhkan untuk menangani dampak karhutla dalam jangka pendek maupun panjang.

“Mengkritik apalagi secara terbuka di media sosial, apa lagi juga melakukan ancaman secara terbuka menurut saya tidak akan menghasilkan outcome yang baik, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang,” ucap Jonan.

Baca Juga: Api Karhutla Berkobar Dekati Kantor Pemkot Palangka Raya, Asap Hitam Pekat Membubung dari Belakang Gedung Dishub

Ignasius Jonan Ingatkan Kesepakatan ASEAN

Halaman:

Tags

Terkini