Mediapriangan.com - Ban hard compound atau kompon keras menjadi salah satu pilihan populer di pasaran, terutama bagi pengendara yang mengutamakan ketahanan.
Dibuat dengan material kompon paling keras dibandingkan jenis ban lainnya, ban ini mampu bertahan lama meskipun digunakan dalam jangka waktu panjang.
Keunggulan utama ban hard compound terletak pada daya tahannya yang luar biasa. Banyak pengendara memilihnya untuk menghemat biaya penggantian ban karena umur pakainya yang panjang.
Namun, di balik kelebihan tersebut, terdapat sejumlah kelemahan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakannya.
Salah satu kekurangan paling menonjol adalah berkurangnya daya cengkeram ketika terjadi perubahan suhu ekstrem.
Ban ini cenderung kehilangan traksi, baik saat berpindah dari kondisi panas ke dingin maupun sebaliknya. Kondisi ini berisiko saat berkendara di jalan basah atau cuaca yang berubah mendadak.
Dari segi responsivitas kemudi, ban hard compound juga dinilai kurang responsif dibandingkan ban dengan kompon lebih lunak.
Hal ini dapat memengaruhi kenyamanan berkendara, terutama pada kecepatan tinggi atau ketika melakukan manuver tajam.
Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan ban hingga mencapai suhu optimal juga lebih lama.
Pada cuaca dingin, performa di awal perjalanan sering kali belum maksimal sehingga memengaruhi cengkeraman di jalan.
Artikel Terkait
Mobil Matic atau Manual? Fakta Mengejutkan soal Hemat BBM dan Biaya Servis yang Jarang Diketahui!
Kenali Perbedaan Soft, Medium, dan Hard Compound Ban Motor, Jangan Salah Pilih untuk Kebutuhan Berkendara
Diterpa Isu Finansial Induk di China, Neta Bertaruh pada Ketersediaan Suku Cadang untuk Jaga Pasar Mobil Listrik RI
Jepang Tuntut AS Segera Pangkas Tarif Impor Mobil dan Suku Cadang, Kerugian Industri Capai 100 Juta Yen per Jam
Aki Kering vs Aki Basah, Pilih yang Tahan Lama atau yang Hemat di Kantong untuk Kendaraan Harian?
Test Drive VW GTI 2025 Berujung Ngeri, Pengemudi Lupa Kendali, Mobil Nyaris Tabrak di Kecepatan 160 Km/Jam