"Banyuwangi punya semua itu, sehingga sangat potensial untuk menjadi tujuan wisata internasional," ujarnya.
Hal ini dapat menciptakan peluang bagi seniman untuk hidup melalui karyanya.
Namun, Samsudin Adlawi mengingatkan bahwa pengembangan seni di Banyuwangi juga memerlukan pendidikan yang lebih mendalam.
"Pendidikan seni yang lebih spesifik dan terstruktur sangat penting untuk meningkatkan kualitas seni di Banyuwangi," ungkapnya.
Samsudin juga menambahkan bahwa beberapa seniman yang telah menempuh studi di institut kesenian memberi dampak positif pada perkembangan seni di daerah ini.
Bupati Ipuk pun mengakui pentingnya lembaga pendidikan seni yang lebih khusus, meskipun masyarakat Banyuwangi secara alami sudah memiliki bakat seni yang luar biasa.
Ia berharap ke depan akan ada lebih banyak kampus seni di Banyuwangi untuk mendukung pengembangan seni yang berkelanjutan.
Sementara itu, Imam Maskun, penggerak seni lukis di Banyuwangi, menyebutkan bahwa jumlah pelukis di Banyuwangi hampir mencapai 300 orang.
“Mereka sangat kreatif, memadukan bakat alami dengan teknologi. Pemkab Banyuwangi juga sangat mendukung para seniman dengan berbagai program dan event yang menjadikan kota ini sebagai pusat wisata seni,” kata Imam.
Ia juga menambahkan bahwa Hari Seni Rupa Banyuwangi, yang kini memasuki tahun ketiga, menjadi momentum penting dalam memperkenalkan seni rupa Banyuwangi kepada masyarakat luas.***
Artikel Terkait
Kasus Ejekan Gus Miftah ke Penjual Es Teh, Boy Candra Soroti Permintaan Maaf yang Tak Sepenuhnya Hilangkan Luka
Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Kontroversi Ejekan ke Pedagang Es Teh dan Polemik Gelar 'Gus'
Intip Fenomena Dukungan Masyarakat ke Agus Salim dan Penjual Es Teh yang Diolok Gus Miftah yang Viral di Medsos
Kebijakan PPN 12 Persen Hanya Berlaku untuk Barang Mewah, Prabowo Tegaskan Komitmen Lindungi Rakyat Kecil
Dilema Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Presiden, Sunhaji Belum Ikhlas, Deddy Corbuzier Memberi Dukungan
Presiden RI Prabowo Subianto Resmi Luncurkan e-Katalog Versi 6.0, Inovasi Teknologi untuk Transparansi dan Efisiensi