"Popularitas inovasi ini semakin melejit ketika Shiraishi memperkenalkannya pada Osaka World Expo tahun 1970.
Pengunjung internasional terpesona dengan konsep praktis tersebut dan mulai mengadaptasinya di berbagai negara," tulis Seattle Fish dalam keterangannya.
Keberhasilan ini membuat Shiraishi membuka lebih dari 240 cabang di seluruh Jepang. Uniknya, ia tak keberatan bila konsepnya ditiru.
Justru, ia senang jika semakin banyak orang bisa menikmati pengalaman makan sushi dengan cara modern ini.
Meski Yoshiaki Shiraishi telah berpulang pada tahun 2001, warisan idenya tetap hidup. Saat ini, conveyor belt sushi menjadi salah satu format restoran paling populer di dunia, bahkan terus berkembang dengan bantuan teknologi digital dan sistem pemesanan otomatis.
Satu ide cerdas dari dapur kecil di Osaka, kini mengubah cara dunia menikmati sushi.***
Artikel Terkait
Bali Barat Siap Gegerkan Juli 2025! Lovina dan Medewi Festival Tawarkan Atraksi Budaya hingga Surfing Kelas Dunia
Dua Festival Spektakuler Siap Guncang Bali Barat Juli 2025, Lovina dan Medewi Tawarkan Seni, Budaya, hingga Selancar
Sensasi River Tubing 625 Meter di Gatep Lawas, Hidden Gem Wisata Air Seru dan Murah Meriah di Buleleng Bali
Penasaran Kuliner Langka Bali? Jukut Undis dan Sudang Lepet Asal Buleleng Ini Diburu Wisatawan karena Rasanya yang Unik
Jangan Lewatkan Medewi Festival 25–27 Juli 2025, Surga Surfing dan Budaya Eksotis di Pantai Medewi Jembrana
Menjelajahi Taman Nasional Bali Barat, Habitat Asli Jalak Bali dengan Pesona Hutan dan Pantai Eksotis