Wisata Kuliner Legendaris di Cianjur, Bubur Ayam Sampurna hingga Geco Pak Iding yang Wajib Dicoba

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:53 WIB
Wisata kuliner legendaris di Cianjur menawarkan Bubur Ayam Sampurna, Sate Maranggi Ma Nunung, dan Geco Pak Iding yang melegenda. (Instagram/buburayamsampurna - tangkapan layar google)
Wisata kuliner legendaris di Cianjur menawarkan Bubur Ayam Sampurna, Sate Maranggi Ma Nunung, dan Geco Pak Iding yang melegenda. (Instagram/buburayamsampurna - tangkapan layar google)

Isian yang paling tampak menonjol dan membedakan bubur ini dari bubur ayam di kota-kota lain adalah adanya tambahan pepes daun bawang yang rasanya sangat gurih, usus ayam bumbu kuning yang kenyal, serta taburan kerupuk kuning yang renyah banget.

Ketiga hal inilah yang merupakan ciri khas sejati dari bubur asli Cianjur.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Malam di Bandung, 2 Tempat Makan Favorit yang Selalu Ramai hingga Dini Hari

Belum lagi kalau kita bicara soal bahan utamanya. Beras yang dipakai dalam memasak bubur ini pun bukan sembarang beras yang bisa dibeli bebas di pasar, melainkan mereka hanya menggunakan beras Pandan Wangi Cianjur yang terkenal sangat pulen dan punya aroma khas.

Untuk bisa menikmati seporsi Bubur Ayam Sampurna original yang super enak ini, kamu cuma perlu mengeluarkan uang sekitar Rp11.000 saja.

Lokasinya sendiri berada di area Bomero City Walk, tepatnya di Jalan Haji Agus Saleh Nomor 48, Cianjur.

Sate Maranggi Ma Nunung menawarkan cita rasa khas dengan bumbu oncom dan ketan bakar. Kuliner legendaris di Cianjur ini wajib masuk daftar kunjungan.
Sate Maranggi Ma Nunung menawarkan cita rasa khas dengan bumbu oncom dan ketan bakar. Kuliner legendaris di Cianjur ini wajib masuk daftar kunjungan. (Tangkapan layar google)

2. Sate Maranggi Ma Nunung

Setelah puas sarapan menjelang siang, kita lanjut lagi perburuan kuliner seru kita. Makan sate pakai lontong mungkin sudah biasa, tetapi yang tidak biasa dan dijamin bikin lidah bergoyang adalah menyantap sate daging sapi dengan pendamping berupa ketan bakar yang wangi atau nasi kuning yang gurih.

Sensasi unik dan lezat tersebut cuma bisa kamu jumpai di kedai Sate Maranggi Ma Nunung, yang juga sering disebut warga lokal sebagai Sate Maranggi Warujajar.

Cara penyajiannya juga sangat tradisional. Ketan yang dibentuk persegi dibakar perlahan di atas tungku arang yang sama dengan tempat membakar sate.

Baca Juga: Rekomendasi Bubur Ayam di Bandung, 3 Kuliner Legendaris yang Selalu Ramai dan Jadi Favorit Pecinta Bubur

Sedangkan kalau kamu memilih nasi kuning, nasinya akan dihidangkan cantik dalam balutan daun pisang segar.

Hal yang paling unik dari sate ini adalah bumbunya. Daging sapi yang empuk tidak disajikan dengan bumbu kacang atau kecap, melainkan disiram bumbu oncom yang kental berwarna kecokelatan.

Membayangkannya saja sudah bikin air liur menetes. Kedai Sate Maranggi Ma Nunung ini sudah eksis sejak tahun 1981.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X