Mediapriangan.com - Penyandang tunanetra seringkali menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan indra penglihatan mereka, baik dalam bentuk low vision maupun total blind atau kebutaan total.
Dalam mengatasi kesulitan ini, para tunanetra sering dihadapkan pada pandangan masyarakat yang meragukan kemampuan mereka untuk mandiri, baik secara finansial maupun non-finansial.
Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) merespons kebutuhan dan kegelisahan para tunanetra dengan menginisiasi program Pejuang Anak Bangsa, fokus pada pemberdayaan disabilitas tunanetra melalui pelatihan membatik di Rumah Belajar Batik.
Salah satu rumah belajar yang telah dibentuk Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) adalah Rumah Belajar Batik Bojong Bata.
Tujuan dibentuknya Rumah Belajar Batik Bojong Bata adalah memberikan bantuan yang signifikan kepada para tunanetra agar dapat meningkatkan kemandirian mereka.
Melalui program ini, YCAB berharap dapat membantu para tunanetra keluar dari lingkaran kemiskinan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan membatik.
Bayu, salah satu murid Rumah Belajar Batik, merasakan semangat dan antusiasme dalam mengikuti program ini.
Ia berharap dapat menjadi pribadi yang mandiri secara finansial setelah menyelesaikan program pelatihan dari YCAB.
Dalam pelatihan di Rumah Belajar Batik Bojong Bata, Bayu dan teman-teman tunanetra lainnya diajarkan membuat desain, pola motif, hingga proses pewarnaan dalam produksi batik.
Baca Juga: Cawapres RI Nomor Urut 2 Gibran Rakabuming Raka Hadir di CFD Jakarta, Bagikan Susu Gratis ke Warga
Meskipun telah memberikan dampak positif, Program Pejuang Anak Bangsa yang diinisiasi oleh YCAB masih memerlukan dukungan besar dari masyarakat.
Artikel Terkait
Pelepasan Peserta KKN Unper, Rektor: Diharapkan Berkontribusi Dalam Memberikan Solusi Permasalahan di Desa
Perayaan HUT ke-65 SMPN 2 Garut Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta Jalan Sehat Dilepas Bupati Garut
Komite Sekolah Dasar Memiliki Peranan Dalam Mengawal Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Garut
Meraih Indonesia Emas 2045, Universitas Perjuangan Tasikmalaya Wisuda 812 Mahasiswa Berkualitas dan Wirausaha
Galih Sulistyaningra Menjadi Figur Inspirasi, Guru SD yang Lulusan S2 Dari University College London Inggris