"Berbagai kajian dan pengalaman internasional menunjukkan korelasi antara pembangunan ekosistem kekayaan intelektual dan pertumbuhan ekonomi," tambahnya.
Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, menyatakan kebanggaannya bahwa Kabupaten Garut menerima penghargaan Sertifikat KIK.
Ia menekankan pentingnya melestarikan lingkungan dan budaya untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
"Acara penghormatan kepada budayawan atau olot ini bisa melestarikan lingkungan dari berbagai ancaman alam seperti bencana, dan juga melestarikan budaya yang mulai hilang seperti budaya santun kepada sesama dan orang tua," ucapnya.
Festival Seni Budaya Masyarakat Adat Jawa Barat yang telah berlangsung sejak Senin juga dinilai sangat penting untuk kelestarian budaya dan lingkungan di Provinsi Jawa Barat.
Barnas berharap agar festival ini terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan budaya.
"Bukan hanya menerima, tetapi bagaimana kita terus menciptakan dan menyosialisasikan keramahan terhadap lingkungan dan budaya," tandasnya.***
Artikel Terkait
Pemkab Garut Siapkan Relokasi PKL Mulai 20 Juli 2024 Untuk Penataan Jalan Ahmad Yani dan Pengembangan Ruang Publik
Komisi V DPRD Jawa Barat Menyambut Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Ciamis, Bahas PPDB dan Izin Operasional SMKN Tambaksari
Setelah Awalnya Enggan, Gus Ibin Mendapat Dukungan Para Kyai NU dan Restu Ibunda untuk Maju dalam Pilkada Nganjuk 2024
Kabupaten Garut Sabet Lima Penghargaan di Malam Anugerah Bangga Kencana, Begini Kata Pj Bupati Garut Barnas Adjidin
Pj Bupati Ciamis dan DPRD Kabupaten Ciamis Tandatangani Dua Raperda: RPJPD 2025-2045 dan Pertanggungjawaban APBD 2023
Komitmen Tegas Gus Makki dalam Pilbup Banyuwangi 2024, Pilih Kembalikan Rekomendasi daripada Hanya Jadi Wakil Bupati