Selama acara, peserta yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan membahas berbagai elemen penting yang harus ada dalam dokumen deskripsi IG.
Ketua Perkumpulan Pelindung Indikasi Geografis Tembakau Uteran Pangandaran memaparkan beberapa aspek kunci, di antaranya sejarah, karakteristik, dan metode produksi Tembakau Uteran.
1. Sejarah dan Asal-usul Tembakau Uteran
Produk ini memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan budaya dan tradisi masyarakat Pangandaran.
Lingkungan geografis yang khas juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas tembakau yang dihasilkan.
2. Karakteristik Produk
Diskusi difokuskan pada keunikan aroma, rasa, dan tekstur Tembakau Uteran yang berbeda dari tembakau dari daerah lain.
3. Metode Produksi
Ditekankan bahwa metode budidaya tembakau di Pangandaran dilakukan secara tradisional, yang menjadi salah satu faktor penentu dalam penilaian IG.
Selain itu, aspek hukum dan administratif juga dibahas secara mendalam guna memastikan kelengkapan dokumen sebelum diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
"Harapannya, setelah melalui tahap finalisasi, Tembakau Uteran Pangandaran dapat segera didaftarkan sebagai produk yang dilindungi secara resmi oleh Indikasi Geografis," tandas Yadi.***
Artikel Terkait
Menggali Potensi dan Inovasi dalam Pengolahan Kelapa, Wakil Bupati Tasikmalaya Kunjungi ke KPMK Pangandaran
Bupati Pangandaran Dampingi Kapolda Jawa Barat dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolres Pangandaran
Prabowo Lebih Blak-Blakan Ketimbang Jokowi? Intip Perbedaan Gaya Pidato Dua Presiden RI dan Pengaruhnya terhadap Publik
Kabinet ‘Gemuk’ Presiden Prabowo, Mirip dengan Kabinet Dwikora Era Soekarno yang Pernah Beranggotakan 132 Orang
Tak Lagi Jadi Menko, Inilah Jabatan Luhut di Kabinet Merah Putih Prabowo, Ternyata Ada Kisah di Balik Peran Barunya
Mengintip Deretan Wajah Lama yang Masuk dalam Kabinet Prabowo-Gibran, Ada yang Berusia Sebaya dengan Wakil Presiden