4 Fakta Terbaru Kasus Remaja Diduga Bunuh Ayah dan Nenek di Jaksel, Termasuk Bukti Rekaman CCTV Polisi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 6 Desember 2024 | 07:36 WIB
Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Desy Andriany.   (Dok. Humas Polda Metro Jaya)
Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Desy Andriany. (Dok. Humas Polda Metro Jaya)

Mediapriangan.com - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan perkembangan kasus seorang remaja yang diduga terlibat pembunuhan terhadap ayah dan neneknya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Insiden ini terjadi pada Sabtu, 30 November 2024, dan mengakibatkan dua korban meninggal dunia, yaitu sang ayah, APW (40), serta nenek, RM (69). Sementara itu, ibu pelaku yang berinisial AP (40) mengalami luka serius akibat tusukan pisau.

Dalam keterangannya, Nurma menyebut tersangka menunjukkan penyesalan mendalam, terutama terkait insiden yang melibatkan ibunya. Barang bukti utama, yaitu pisau dapur yang digunakan dalam kejadian tersebut, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Kronologi Kasus Tragis Remaja di Jaksel, Diduga Membunuh Ayah dan Nenek, Mengaku Mendapat Bisikan Misterius

Setelah menunjukkan kesedihan yang mendalam pasca kejadian, kondisi psikologis tersangka kini dilaporkan mulai stabil. Ia sudah mampu berkomunikasi dengan penyidik secara lancar.

Menurut Nurma, tersangka terus menangis dan meminta maaf atas tindakannya, khususnya kepada sang ibu yang saat ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi turut menggali informasi dari lingkungan sekolah tersangka. Hingga saat ini, enam saksi telah dimintai keterangan, termasuk guru kelas dan teman-temannya.

Baca Juga: Misteri Penembakan Siswa SMK Semarang, Fakta Terkini dan Sosok Oknum Polisi Terlibat

Penyelidikan ini bertujuan untuk memahami perilaku sehari-hari pelaku serta mencari kemungkinan motif yang melatarbelakangi tindakannya.

"Dari pihak sekolah, kami memeriksa interaksinya dengan guru dan teman-teman. Ini penting untuk menggali lebih jauh motifnya," ungkap Nurma.

Salah satu bukti penting dalam kasus ini adalah rekaman CCTV dari rumah tetangga pelaku. Rekaman tersebut menunjukkan momen-momen yang menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan.

Baca Juga: 4 Orang Masih Buron? Begini Peran 28 Tersangka yang Libatkan Oknum Pegawai Komdigi yang Terancam Dipenjara 20 Tahun!

Selain itu, pisau dapur yang digunakan dalam aksi tersebut juga telah disita sebagai barang bukti.

Menurut Nurma, rekaman CCTV ini cukup untuk menguatkan status tersangka sebagai pelaku dalam kasus pembunuhan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X