Namun, Sandy justru memelototi Nanang sambil mengatai Nanang.
"Lo bukan warga sini, enggak usah ikut-ikutan,” ujar Wira menirukan ucapan Sandy kepada Nanang.
"Ucapan itu semakin menambah dendam yang selama ini dipendam oleh tersangka," imbuh Wira.
Tak berhenti di situ, keesokan harinya, Sandy mengirim pesan ke istri Nanang, menuduh bahwa Nanang telah menyerangnya saat rapat.
Nanang memilih mengabaikan pesan tersebut, meski hal itu semakin memicu kebenciannya terhadap Sandy.
Kejadian Tragis di Pagi Hari
Pada Minggu pagi 12 Januari 2025 sekitar pukul 06.30 WIB, Nanang sedang memperbaiki sepeda motornya di pinggir jalan dekat rumah.
Saat itu, ia melihat Sandy melintas dengan sepeda motor dan meludah ke arah Nanang sambil memberikan tatapan sinis.
Tindakan Sandy tersebut membuat Nanang kehilangan kendali atas emosinya.
Ia segera mengambil pisau dari kandang ayam di samping rumahnya, lalu mengejar Sandy.
Dalam hitungan detik, Nanang menusuk perut kiri Sandy dua kali ketika Sandy masih berada di atas sepeda motornya.
"Setelah itu, tersangka tetap berusaha melukai korban dengan menusuk pelipis kiri, kepala, dada, leher kiri, dan punggung korban," jelas Wira.
Artikel Terkait
Bagaimana Nasib Uang Rp2,5 Miliar Milik WNA yang Diperas Polisi Saat Menonton Djakarta Warehouse Project (DWP)?
Penembakan Pemilik Rental Mobil di Rest Area Diduga Sindikat Penggelapan, Simak 3 Kasus Fenomenal di Indonesia
Pelecehan Turis Singapura di Bandung dan Pemerkosaan Turis China di Bali, Berikut Kronologinya
Kronologi Penolakan Pendampingan Bos Rental yang Berujung Maut, Kapolda Banten Tegaskan Akan Ada Sanksi Tegas
Guru Besar IPB Bambang Hero Saharjo Dipolisikan Ormas Bangka Belitung, Karena Hitung Kerugian Negara Rp271 Triliun
Akibat Terjerat Suap Rp4,67 Miliar, Tersangka Hakim PN Surabaya Dimarahi Istri: Saldo ATM Keluarga Nol Rupiah, Pak!