“Ranjang masih berantakan dan masih bocor-bocor gitu, itu kan seolah-olah seperti memang dari korban itu mungkin, saya lagi menganalisa ya mungkin lagi posisi susah, ayah sakit, mungkin lagi kurang dana juga atau seperti apa tiba-tiba dijanjikan, ‘Ini saya bantu’ atau apapun,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Veronica juga mengatakan bahwa pelaku harus dihukum maksimal untuk memberikan efek jera.
Selain itu, menurutnya korban harus menjalani hidup dengan trauma karena perbuatan pelaku, sehingga perlu adanya pertolongan.***
Artikel Terkait
Dokter PPDS RSHS Ternyata Sudah Cabuli 2 Pasien Lain yang Masih Dirawat di Rumah Sakit, Polisi Beberkan Fakta Tambahan
Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dokter PPDS RSHS Kini Tak Lagi Bisa Praktik, STR Dicabut Selamanya oleh Kemenkes
Sudah Dimaafkan Keluarga Korban, Tapi Dokter PPDS Pemerkosa di RSHS Tetap Diseret ke Jalur Hukum Tanpa Ampun!
Tega Rudapaksa Saat Ayah Korban Sekarat, Terungkap Motif Mengejutkan Dokter PPDS Priguna Anugerah Lakukan Aksinya!
Kasus Umi Pipik Belum Selesai, Pengacara Abidzar Sebut Bisa Ada Netizen Lain Menyusul Dilaporkan dalam Waktu Dekat
Dibongkar Langsung oleh Abidzar, Ini Tanggapan Mengejutkan Umi Pipik Saat Tahu Netizen Penghina Dirinya Disomasi
Abidzar Baru Ambil Langkah Tegas April Ini, Somasi Netizen yang Hina Umi Pipik Padahal Isu Sudah Muncul Sejak Februari
Abidzar Sudah Kantongi Nama Dua Netizen, Ungkap Peluang Damai Usai Somasi Terkait Dugaan Penghinaan ke Umi Pipik
Pengacara Abidzar Tegaskan Bukti Sudah Disimpan, Cuitan Hina Umi Pipik Tetap Bisa Dipolisikan Meski Dihapus Netizen
Abidzar Ultimatum Dua Netizen dalam 2x24 Jam, Pengacara Bilang Ini Bukan Ancam-ancam tapi Kesempatan untuk Tabayyun