Mediapriangan.com - Dunia kedokteran dibuat geram dengan aksi bejat oknum dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjajaran, Priguna Anugerah Pratama.
Priguna terbukti melakukan tindakan pemerkosaan kepada 3 korbannya yang dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Salah satu korban kejadian pada 18 Maret 2025 lalu di Gedung Maternal & Child Health Center (MCHC) lantai 7 RSHS Bandung dibius hingga tak sadarkan diri.
Modusnya saat itu adalah untuk melakukan cek darah pada korban di mana saat itu ia sedang menunggu ayahnya yang dirawat di ICU.
Karena kasus ini, Wakim Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan bersama mengunjungi RSHS Bandung dan meninjau lokasi kejadian.
Dari kunjungannya ini terungkap bahwa gedung yang menjadi TKP belum beroperasi.
“Tadi ketika kita mendatangi, itu adalah ruangan yang masih dalam proses perbaikan, jadi itu ruangan di lantai yang belum dioperasikan,” kata Veronica di RSHS Bandung pada Senin, 14 April 2025.
“Jadi memang ada ruangan-ruangan yang sudah menjadi perencanaan daripada si oknum itu,” imbuhnya.
“Lewat tangga darurat, keluar dari lantai 6, naik tangga, terus masuk ke lantai 7 dan di saat tengah malam,” tambahnya.
Veronica kemudian membayangkan iming-iming seperti apa dari oknum dokter tersebut sampai korban mau mengikutinya.
“Saya lagi membayangkan kondisi korbannya itu kan pasti ayahnya lagi sakit, mungkin saja diiming-iming tidak usah bayar, saya lagi membayang ya,” ucapnya.
Artikel Terkait
Dokter PPDS RSHS Ternyata Sudah Cabuli 2 Pasien Lain yang Masih Dirawat di Rumah Sakit, Polisi Beberkan Fakta Tambahan
Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dokter PPDS RSHS Kini Tak Lagi Bisa Praktik, STR Dicabut Selamanya oleh Kemenkes
Sudah Dimaafkan Keluarga Korban, Tapi Dokter PPDS Pemerkosa di RSHS Tetap Diseret ke Jalur Hukum Tanpa Ampun!
Tega Rudapaksa Saat Ayah Korban Sekarat, Terungkap Motif Mengejutkan Dokter PPDS Priguna Anugerah Lakukan Aksinya!
Kasus Umi Pipik Belum Selesai, Pengacara Abidzar Sebut Bisa Ada Netizen Lain Menyusul Dilaporkan dalam Waktu Dekat
Dibongkar Langsung oleh Abidzar, Ini Tanggapan Mengejutkan Umi Pipik Saat Tahu Netizen Penghina Dirinya Disomasi
Abidzar Baru Ambil Langkah Tegas April Ini, Somasi Netizen yang Hina Umi Pipik Padahal Isu Sudah Muncul Sejak Februari
Abidzar Sudah Kantongi Nama Dua Netizen, Ungkap Peluang Damai Usai Somasi Terkait Dugaan Penghinaan ke Umi Pipik
Pengacara Abidzar Tegaskan Bukti Sudah Disimpan, Cuitan Hina Umi Pipik Tetap Bisa Dipolisikan Meski Dihapus Netizen
Abidzar Ultimatum Dua Netizen dalam 2x24 Jam, Pengacara Bilang Ini Bukan Ancam-ancam tapi Kesempatan untuk Tabayyun