Pernyataan ini menampik anggapan yang berkembang di media sosial bahwa para warga sipil tersebut hanya ‘nyelonong’ ke area berbahaya tanpa izin.
Sebaliknya, Dedi menyampaikan bahwa mereka adalah pekerja berpengalaman yang kerap terlibat dalam aktivitas teknis pemusnahan amunisi.
Berdasarkan fakta yang dihimpun, Gubernur Jabar itu menyimpulkan bahwa para korban sipil mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.
"Kalau mereka bekerja dan kecelakaan terjadi saat mereka bertugas, ini jelas kecelakaan kerja," tegas Dedi.
Tragedi ini tidak hanya membuka luka bagi keluarga korban, tetapi juga membuka pertanyaan besar tentang perlindungan dan status hukum para warga sipil yang bekerja di bawah bayang-bayang institusi militer.
Masyarakat kini menanti langkah nyata dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan insiden serupa tak terulang di masa depan.***
Artikel Terkait
Miskin atau Kaya, Wajib Jaga Alam! Seruan Tegas Dedi Mulyadi Usai Tertibkan Lahan di Kawasan Puncak Bogor
Momen Dedi Mulyadi Ngaku Ingin Usut Sendiri 20 Identitas Asli Eks Pemain OCI yang Diduga Jadi Korban Eksploitasi
Dedi Mulyadi Sindir Bobotoh Tak Diizinkan Istri Rayakan Persib Juara, Tatapan Itu Memang Lebih Menakutkan dari Apapun
Viral Siswa Jabar Masuk Barak TNI, Kak Seto Angkat Suara, Sebut Banyak Salah Paham soal Langkah Dedi Mulyadi!
Ledakan Amunisi Tewaskan 13 Orang di Garut, 9 Warga Sipil dan 4 TNI Jadi Korban, Pemusnahan Berujung Tragedi
Tragis! Ledakan Amunisi di Garut Renggut 13 Nyawa, TNI AD Temukan Potensi Peledak Aktif Lain, Ini Identitas Para Korban