Tolak Study Tour Sekolah, Dedi Mulyadi Beberkan Alasannya dan Usul Strategi Jitu Dongkrak Wisata Daerah

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 16:02 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.  (jabarprov.go.id)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (jabarprov.go.id)

 

Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyampaikan pandangannya terkait pelarangan kegiatan study tour sekolah yang belakangan menjadi topik hangat.

Lewat sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 26 Juli 2025, Dedi menjelaskan alasan tegas di balik kebijakan tersebut sekaligus menawarkan solusi untuk membangkitkan pariwisata daerah.

Kebijakan larangan study tour ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 45/pk.03.03/kesra, sebagai bagian dari program “9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.”

Baca Juga: Konflik Thailand-Kamboja Kian Membara, Indonesia Minta Damai dan Pantau WNI di Zona Bahaya Perbatasan

Menurut Dedi, kegiatan study tour yang selama ini dilakukan sekolah-sekolah justru menyimpang dari nilai-nilai pendidikan yang sejati. Ia menilai kegiatan tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi daripada tujuan edukatif.

"Menjadikan anak sekolah sebagai objek peningkatan kunjungan pariwisata adalah perbuatan yang tak memiliki landasan berpikir akademis dan moral," ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataannya.

Ia juga menyoroti praktik eksploitasi siswa yang kerap terjadi di sekolah, termasuk dalam penjualan buku LKS dan seragam sekolah, yang menurutnya telah menjadikan siswa sebagai komoditas ekonomi.

Baca Juga: Heboh Video Tank Diduga Milik Militer Kamboja Lintasi Jalan di Tengah Konflik Makin Panas dengan Thailand

"Karena sudah menjadikan mereka sebagai barang material dan menjadi bagian dari eksploitasi untuk mendapat keuntungan, sedangkan pendidikan itu harus terbebas dari nilai-nilai yang bersifat eksploitatif," tegasnya.

Menanggapi kritikan dari pelaku usaha pariwisata yang terdampak oleh kebijakan ini, Dedi tak tinggal diam.

Dedi justru mendorong solusi konkret agar sektor wisata tetap berkembang tanpa harus mengandalkan siswa sekolah sebagai penopang utama.

Menurutnya, solusi utama terletak pada perbaikan menyeluruh terhadap ekosistem wisata di daerah.

Baca Juga: Terungkap! Modus Penipuan Properti Bermula dari Iklan Murah di Facebook, 77 Korban Rugi hingga Kerugian Rp4,1 Miliar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X