Mediapriangan.com - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali mencuat, kali ini dipicu oleh sengketa situs kuno bernama Candi Ta Muen Thom.
Terletak tepat di perbatasan kedua negara, Candi Ta Muen Thom menyimpan sejarah panjang sebagai bagian dari jalur kerajaan kuno yang menghubungkan Angkor di Kamboja dan Phimai di Thailand.
Kini, Candi Ta Muen Thom sebagai warisan budaya, berubah menjadi titik panas geopolitik yang memperkeruh hubungan negara Thailand dan Kamboja yang bertetangga.
Candi Ta Muen Thom berdiri megah di lereng kecil namun curam yang bisa diakses melalui jalan beraspal.
Dari sisi Kamboja, pengunjung harus melewati pos militer dan bunker-bunker tua sebelum mencapai tangga laterit yang mengarah ke pintu gerbang utama.
Dari sisi Thailand, akses dilakukan melalui jalan utama dari Kuok Mon. Letaknya yang strategis inilah yang membuatnya menjadi wilayah sensitif.
Secara arsitektural, kompleks candi ini berorientasi ke selatan dan dikelilingi oleh dinding penopang laterit. Di bagian tengahnya, berdiri sebuah kuil utama yang diapit dua kuil kecil.
Terdapat pula dua bangunan tambahan yang diyakini dulunya berfungsi sebagai perpustakaan atau tempat penyimpanan naskah.
Gapura utama berada di sisi selatan, dengan pintu masuk lain di empat arah mata angin.
Salah satu daya tarik utama Ta Muen Thom adalah struktur "mandapa" atau aula panjang yang mengarah ke kuil pusat.
Baca Juga: Intip 5 Candi yang Berlokasi di Magelang, Selain Borobudur
Mandapa ini berdiri di atas batuan dasar alami, di mana terdapat lingga dan patung Nandin—banteng suci dalam kepercayaan Hindu.
Artikel Terkait
Macron Kunjungi Candi Borobudur Bareng Prabowo, Kagumi Budaya dan Luncurkan Kemitraan Budaya Indonesia-Prancis
Bantah Tuduhan AS-Israel, Presiden Iran Pezeshkian Tegaskan Tak Pernah Ingin Miliki Senjata Nuklir, Cuma untuk Damai!
Zohran Mamdani Ukir Sejarah, Jadi Muslim Pertama Menang Telak di Pilkada Wali Kota New York, Kalahkan Cuomo!
Konflik Thailand-Kamboja Memanas, PM Paetongtarn dan Hun Sen Saling Kunjungi Perbatasan di Tengah Ketegangan
Donald Trump Meradang! BRICS Kini Diperkuat Indonesia, Balas dengan Ancaman Tarif Impor ke Negara Anggota
Setelah 20 Tahun Koma Akibat Kecelakaan, Pangeran Tidur Al-Waleed Akhirnya Wafat, Dunia Berduka
Filipina Sukses Deal Tarif Impor 19 Persen dengan AS, Trump Klaim Nol Tarif untuk Produk Amerika
Disorot Parlemen Malaysia, Sambutan Meriah Prabowo di Prancis Kontras dengan Kunjungan Sepi Anwar Ibrahim