Reaktivasi ini juga berkaitan dengan strategi pembiayaan pembangunan daerah. Pemkab Tasikmalaya tengah menyiapkan pinjaman daerah sekitar Rp230 miliar sebagai salah satu langkah percepatan pembangunan infrastruktur prioritas.
“Pinjaman bukan langkah gegabah, tapi strategi terakhir agar masyarakat bisa segera menikmati hasil pembangunan tanpa menunggu bertahun-tahun,” tegas Bupati.
Bupati optimistis, dengan dukungan program transportasi dan reaktivasi stasiun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat pada 2026.
Peningkatan pendapatan ini diharapkan bisa memperbesar kapasitas belanja pembangunan tahun 2027, yang diarahkan langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya benar-benar terasa, bukan sekadar angka di laporan. Insyaallah manfaatnya akan dirasakan oleh rakyat,” pungkas Cecep.***
Artikel Terkait
Tancap Gas, Kejari Kabupaten Tasikmalaya Selamatkan Uang Negara Rp 5,87 Miliar, Kawal Proyek Strategis Daerah
Kesempatan Emas bagi Profesional Lokal, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Kembali Buka Seleksi Direksi BUMD
RPJMD 2025-2029 Resmi Disahkan, Wakil Bupati Asep Sopari Ungkap Strategi Wujudkan Kabupaten Tasikmalaya Lebih Maju
RPJMD 2025-2029 Disetujui, Pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Tasikmalaya Terbelah Soal Skema Pinjaman Daerah
Menambang Harapan di Tanah Kabupaten Tasikmalaya yang Dicap Ilegal
Nekat di Bawah Pengaruh Miras, Pemuda di Kabupaten Tasikmalaya Cabuli Nenek 85 Tahun Tetangganya Sendiri