Dengan mengusung semangat “sejuta pohon, sejuta kebaikan, dan sejuta kenangan,” Didi Sukardi berharap gerakan ini dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak.
Peringatan Hari Ayah Nasional sendiri memiliki sejarah menarik. Gagasan ini lahir dari inisiatif Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Kota Solo pada 2014, yang menggagas adanya hari khusus bagi ayah setelah muncul pertanyaan dalam peringatan Hari Ibu.
Setelah melalui kajian dan audiensi dengan DPRD Surakarta, tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional, yang pertama kali dideklarasikan pada 2006 di Kota Solo.
Melalui peringatan Hari Ayah Nasional dan kegiatan seperti yang digagas Didi Sukardi, diharapkan lahir kesadaran baru bahwa peran ayah tidak hanya penting dalam keluarga, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sebab, dari tangan ayah yang menanam pohon, tumbuh pula nilai kasih sayang, tanggung jawab, dan harapan bagi masa depan generasi berikutnya.***
Artikel Terkait
Pesantren Ternyata Bukan Sekadar Tempat Belajar Ilmu Agama, Ini Kata Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi
Didi Sukardi Ajak Legislator Refleksi di Hari Parlemen Indonesia 2025, Ingatkan Tugas dan Janji pada Rakyat
DPRD Jabar Tinjau Waduk Darma, Didi Sukardi Soroti Pengelolaan Aset Daerah agar Lebih Efisien dan Berdampak
Didi Sukardi Hadiri Abdi Nagri Nganjang ka Warga di Ciamis, Pelayanan Publik Dekatkan Pemerintah dengan Masyarakat
Perempuan PKS Ciamis Kian Solid, 27 Ketua SPK Dilantik dan 250 RKI Baru Resmi Diluncurkan, Ini Pesan Didi Sukardi
Didi Sukardi Dorong Salimah Dirikan Lembaga Pendidikan Islam di Ciamis, Wujudkan Kemandirian Umat