Pesantren Ternyata Bukan Sekadar Tempat Belajar Ilmu Agama, Ini Kata Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:52 WIB
Anggota DPRD Jabar, Didi Sukardi, menegaskan pesantren sebagai ladang membentuk manusia berdaya saat kunjungan ke Anwarul Ulum Ciamis, di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. (Dok. PKS)
Anggota DPRD Jabar, Didi Sukardi, menegaskan pesantren sebagai ladang membentuk manusia berdaya saat kunjungan ke Anwarul Ulum Ciamis, di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. (Dok. PKS)

 

Mediapriangan.com - Anggota DPRD Jabar, Didi Sukardi, SE, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Anharul Ulum, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, pada Jumat (10/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Didi Sukardi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Ciamis, menyampaikan pandangannya tentang peran penting pesantren di tengah dinamika zaman modern.

Menurut Didi Sukardi, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan ladang untuk membentuk manusia yang utuh berilmu, berakhlak, dan berdaya.

Baca Juga: PKS Ciamis Resmi Lantik PAW Pengurus DPC, Didi Sukardi Sampaikan Harapan Besar untuk Penguatan Struktur Partai

“Pesantren bukan sekadar tempat belajar ilmu agama. Di dalamnya tumbuh proses pembentukan manusia seutuhnya individu yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kemandirian sosial-ekonomi,” ujar Didi.

Ia menjelaskan, secara historis pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan peradaban bangsa.

“Pesantren menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sekaligus membekali santri dengan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan hidup yang relevan dengan perkembangan zaman,” sambungnya.

Baca Juga: PKS Ciamis Lanjutkan Silaturahmi Keummatan, Didi Sukardi Ajak Persis Kolaborasi Wujudkan Dakwah dan Kebijakan Umat

Didi menilai model pendidikan di pesantren mengedepankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pembelajaran kitab kuning, misalnya, menjadi sarana pendalaman ilmu agama, sedangkan aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan.

“Proses tersebut menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga mentransformasikan kepribadian dan membentuk karakter santri,” jelas Didi.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi Sampaikan Dukungan Penuh untuk TNI di di HUT ke 80, Begini Harapannya

Lebih lanjut, Didi menegaskan bahwa di era modern ini, pesantren mampu beradaptasi melalui perpaduan antara tradisi dan inovasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X