Tali Sling Jadi Andalan Warga Kecamatan Ketol Aceh Tengah, Desa Masih Terisolir Lebih dari 40 Hari Pascabanjir

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 6 Januari 2026 | 06:21 WIB
Lebih 40 hari pascabanjir, warga Kecamatan Ketol Aceh Tengah bertahan dengan tali sling sebagai akses utama antar desa.   (Instagram/explore_gayo)
Lebih 40 hari pascabanjir, warga Kecamatan Ketol Aceh Tengah bertahan dengan tali sling sebagai akses utama antar desa. (Instagram/explore_gayo)

Tanpa tali sling, aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian warga desa terisolir praktis terhenti.

Pemerintah daerah Aceh Tengah telah menerima laporan terkait kondisi Kecamatan Ketol. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, disebut telah menyampaikan persoalan akses jalan tersebut kepada Presiden dan Menteri dalam rapat bersama, sebagai upaya mempercepat penanganan desa terisolir.

Baca Juga: UMK Kota Tasikmalaya 2026 Ditetapkan Rp2.980.336, Berlaku untuk Semua Perusahaan Sejak 1 Januari

Selain persoalan akses, banjir bandang juga merusak rumah warga Kecamatan Ketol. Hingga kini, sebanyak 128 Kepala Keluarga di Aceh Tengah masih bertahan di pengungsian. Pemerintah setempat mulai mempersiapkan pembangunan hunian sementara atau huntara.

Pembangunan huntara di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, direncanakan tersebar di tiga lokasi untuk warga Desa Serempah, Desa Burlah, dan Desa Bintang Pepara.

Hunian sementara tersebut dibangun dalam bentuk blok, dengan satu blok terdiri dari lima unit hunian, sambil menunggu pemulihan akses dan kondisi wilayah pascabanjir bandang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X