Tanpa tali sling, aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian warga desa terisolir praktis terhenti.
Pemerintah daerah Aceh Tengah telah menerima laporan terkait kondisi Kecamatan Ketol. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, disebut telah menyampaikan persoalan akses jalan tersebut kepada Presiden dan Menteri dalam rapat bersama, sebagai upaya mempercepat penanganan desa terisolir.
Baca Juga: UMK Kota Tasikmalaya 2026 Ditetapkan Rp2.980.336, Berlaku untuk Semua Perusahaan Sejak 1 Januari
Selain persoalan akses, banjir bandang juga merusak rumah warga Kecamatan Ketol. Hingga kini, sebanyak 128 Kepala Keluarga di Aceh Tengah masih bertahan di pengungsian. Pemerintah setempat mulai mempersiapkan pembangunan hunian sementara atau huntara.
Pembangunan huntara di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, direncanakan tersebar di tiga lokasi untuk warga Desa Serempah, Desa Burlah, dan Desa Bintang Pepara.
Hunian sementara tersebut dibangun dalam bentuk blok, dengan satu blok terdiri dari lima unit hunian, sambil menunggu pemulihan akses dan kondisi wilayah pascabanjir bandang.***
Artikel Terkait
Alumni Pesantren Sukamanah Ajak Masyarakat Jadikan Musibah Aceh sebagai Momentum Introspeksi dan Kepedulian Sosial
Sebulan Banjir Aceh Tamiang Berlalu, Warga Bertahan di Atap Ungkap Cerita Korban Banjir yang Tak Terlupakan
Sebulan Pascabanjir Bandang, Desa Babo Aceh Tamiang Masih Krisis Bantuan Sandang dan Hidup dalam Gelap
Enam Jembatan Bailey Aceh Rampung, Pemulihan Pascabencana Dipercepat demi Buka Akses Darat
Viral Gotong Royong Warga Aceh Bantu Mobil PLN Terobos Jalan Berlumpur Pascabencana
Pascabanjir Bandang Aceh Timur, Warga Terpaksa Sewa Beko Mahal untuk Bersihkan Lumpur di Rumah
Sempat Disebut Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Timur Ternyata Dibuat Warga Hanya Rp15 Juta
Relawan Bidan Nyaris Terseret Arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah Saat Akses Terputus Pascabanjir