DPRD Nilai Sistem Abodemen PJU Boros, Anggaran Listrik Kota Tasikmalaya Tembus Rp30 Miliar per Tahun

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Selasa, 13 Januari 2026 | 18:05 WIB
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi (kanan) saat berdiskusi dengan pihak PLN UP3 Tasikmalaya terkait sistem pembayaran listrik PJU berbasis abodemen. (Dok. Asep M.S)
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi (kanan) saat berdiskusi dengan pihak PLN UP3 Tasikmalaya terkait sistem pembayaran listrik PJU berbasis abodemen. (Dok. Asep M.S)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Tingginya anggaran Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Tasikmalaya terus menjadi sorotan tajam dari DPRD Kota Tasikmalaya.

Sistem pembayaran listrik PJU yang masih didominasi abodemen dinilai menjadi penyebab utama pemborosan anggaran hingga puluhan miliar rupiah setiap tahun.

DPRD menilai, pola pembayaran abodemen membuat Pemerintah Kota Tasikmalaya harus membayar listrik PJU secara penuh, meski di lapangan banyak lampu jalan yang mati atau tidak berfungsi.

Dengan sistem abodemen, PJU tetap dibayar meskipun lampunya mati. Tidak ada pengukuran riil sehingga sangat rawan pemborosan anggaran.

Baca Juga: Anggaran PJU Kota Tasikmalaya Tembus Puluhan Miliar, DPRD Pertanyakan Transparansi dan Efisiensi

Terkait itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi mengkonfirmasi permasalahan tersebut dengan mendatangi
PLN UP3 Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil pengecekan ke PLN UP3 Tasikmalaya, dari sekitar 12 ribu ID pelanggan PJU di Kota Tasikmalaya, sebanyak 87 persen masih menggunakan sistem abodemen, sementara yang sudah memakai kWh meter baru 209 ID pelanggan.

Menurut Kepler, kondisi tersebut membuat Pemkot Tasikmalaya tidak memiliki kendali atas penggunaan listrik PJU secara nyata.

Baca Juga: Anggaran Listrik PJU Kota Tasikmalaya Rp2,55 Miliar per Bulan Disorot, Skema Penunjukan Langsung Dipertanyakan

Akibatnya, anggaran listrik PJU tetap tersedot besar meski kualitas penerangan di sejumlah titik dikeluhkan masyarakat.

"Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi keadilan anggaran. Warga bayar pajak, tapi uangnya habis untuk listrik lampu jalan yang bahkan tidak menyala," ujar Kepler Sianturi, Selasa 13 Januari 2026.

Saat ini kata Kepler, anggaran pembayaran listrik PJU Kota Tasikmalaya menembus lebih dari Rp30 miliar per tahun, atau sekitar 10 persen dari total anggaran pembangunan daerah.

Angka tersebut dinilai terlalu besar jika tidak dibarengi sistem pengukuran yang transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin Guncang PLN, Tutup Kebocoran PJU Bernilai Miliaran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X