Penjualan Online Kian Marak, 40 Persen Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Gulung Tikar

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Rabu, 14 Januari 2026 | 14:15 WIB
Sejumlah kios di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya tampak ditempeli tulisan dijual dan dikontrakan setelah pemiliknya tidak lagi mampu bertahan dan memilih menutup usaha.   (Dok. Asep M.S)
Sejumlah kios di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya tampak ditempeli tulisan dijual dan dikontrakan setelah pemiliknya tidak lagi mampu bertahan dan memilih menutup usaha. (Dok. Asep M.S)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kondisi perekonomian Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya terus mengalami tekanan seiring melemahnya transaksi jual beli. Maraknya penjualan online melalui media sosial dinilai menjadi faktor yang mendorong semakin banyak pedagang gulung tikar.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan online berkembang pesat melalui berbagai platform media sosial. Banyak pelaku usaha digital mampu meraup omzet besar melalui sistem social commerce.

Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut berdampak serius terhadap keberlangsungan Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, khususnya bagi pedagang konvensional yang mengandalkan transaksi langsung.

Baca Juga: Empat Tahun Pasca Diresmikan, Aktivitas Pasar Rakyat Cibeureum di Kota Tasikmalaya Masih Sepi

Salah seorang pedagang sandal di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Yaya, mengungkapkan bahwa kondisi pasar mulai sepi sejak penjualan online semakin ramai.

"Betul pak sejak penjualan oline rame, penjualan pasar tradisional sepi. Akibatnya banyak pedagang pasar yang gulung tikar hingga tidak berjualan lagi. Ya sekitar 40 persen pak sekarang kios disini tutup," ujar Yaya, Rabu 14 Januari 2026.

Deretan kios tutup di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, dampak persaingan penjualan online yang membuat pedagang gulung tikar.
Deretan kios tutup di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, dampak persaingan penjualan online yang membuat pedagang gulung tikar. (Dok. Asep M.S)

Ia menambahkan, banyak pemilik kios yang akhirnya memilih menyerah dan tidak lagi berjualan.

"Yang mau disewakan juga banyak, hampir di setiap blok di Pasar Cikurubuk ada yang mau disewakan. Bahkan yang mau dijual juga ada," ujar Yaya.

Baca Juga: HIPATAS Pasar Cikurubuk Peringati Isro Miraj 1447 H dengan Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim

Keluhan serupa disampaikan Panji (42), pedagang pakaian di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, harga barang di penjualan online jauh lebih murah sehingga tidak mampu disaingi pedagang pasar.

Ia mencontohkan, harga sepatu dengan produk serupa di pasar dijual Rp150.000, sementara di media sosial bisa dijual Rp100.000, padahal harga modal pedagang pasar mencapai Rp120.000.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X