Penjualan Online Kian Marak, 40 Persen Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Gulung Tikar

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Rabu, 14 Januari 2026 | 14:15 WIB
Sejumlah kios di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya tampak ditempeli tulisan dijual dan dikontrakan setelah pemiliknya tidak lagi mampu bertahan dan memilih menutup usaha.   (Dok. Asep M.S)
Sejumlah kios di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya tampak ditempeli tulisan dijual dan dikontrakan setelah pemiliknya tidak lagi mampu bertahan dan memilih menutup usaha. (Dok. Asep M.S)

Fenomena pedagang gulung tikar ini juga dibenarkan Kepala UPT Pasar Cikurubuk, Deri Herlisana. Ia menyebutkan dari total sekitar 2.700 kios, hampir 1.000 kios atau mendekati 40 persen kini tutup.

Baca Juga: DPRD Nilai Sistem Abodemen PJU Boros, Anggaran Listrik Kota Tasikmalaya Tembus Rp30 Miliar per Tahun

"Kami hampir setiap hari mendengar keluhan pedagang terkait sepinya penjualan," ujar Deri, Rabu 13 Januari 2026.

Menurut Deri, selain terdampak penjualan online, sepinya Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya juga dipengaruhi keberadaan toko grosir besar di sekitar pasar yang menjual barang tidak hanya secara grosir, tetapi juga eceran.

"Sehingga dengan adanya penjualan eceran tersebut, bayak masyarakat yang tadinya mau membeli kebutuhan sembako di pasar beralih ke toko tersebut dengan berbagai pertimbangan," ujar Deri.

Baca Juga: Proses BKN Rampung, Pengisian Jabatan Eselon II Segera Dilakukan, Begini Kata Sekda Kota Tasikmalaya

Kondisi ini semakin menekan pedagang sandang dan kebutuhan harian hingga banyak yang memilih pedagang gulung tikar dan menutup kiosnya.

"Bahkan ada yang menawarkan untuk menyewakan atau menjual lapaknya ke pedagang lain," ujar Deri.

Ketua HIPATAS Pasar Cikurubuk, Ahmad Zahid, turut membenarkan situasi tersebut. Ia menilai sepinya Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya tidak hanya dipicu penjualan online, tetapi juga melemahnya daya beli masyarakat serta dampak keberadaan dapur MBG yang memengaruhi harga bahan pokok.

"Ya jadinya pasar semakin sepi, penjualan anjlok hingga 70 persen," ujar Zahid.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X