Jejak Panjang Koperasi Warga Puspasari Menjaga Ekonomi Desa, Dari Teras Rumah ke Aset Rp4 Miliar

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Minggu, 25 Januari 2026 | 08:32 WIB
Koperasi Warga Puspasari, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun buku 2025 di aula desa, Sabtu (24/01/2026). (Dok. DFK)
Koperasi Warga Puspasari, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun buku 2025 di aula desa, Sabtu (24/01/2026). (Dok. DFK)

Berbadan Hukum dan Mulai Bertumbuh

Tahun demi tahun berlalu. Usaha simpan pinjam terus berkembang dan menjangkau masyarakat desa secara lebih luas. Hingga pada 2006, aset yang dikelola mencapai Rp300 juta.

"Angka yang cukup besar untuk ukuran desa kala itu," ucap Encep.

Pada titik inilah, kelompok usaha tersebut resmi berbadan hukum menjadi Koperasi Warga Puspasari, dengan Nomor 512/12/BH/KOPERINDAG tertanggal 5 Oktober 2006.

“Sejak berbadan hukum, kami belajar lebih tertib. Ada aturan, laporan, dan tanggung jawab yang harus dijaga,” kata Encep.

Ia sendiri mulai terlibat sebagai pengelola sejak 2009, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Ketua Koperasi pada 2011 hingga sekarang.

Baca Juga: Langkah DPRD Kota Tasikmalaya Respons Aduan Lingkungan, Proyek Lapang Padel Terancam Disegel

Bertahan di Tengah Badai Zaman

Tak sedikit koperasi desa yang gugur seiring waktu. Banyak yang tak sanggup menghadapi perubahan zaman, salah urus, atau kalah bersaing dengan lembaga keuangan modern.

Namun Koperasi Warga Puspasari memilih jalan berbeda, bertahan dengan beradaptasi.

Kini, koperasi mengelola sembilan unit usaha aktif, di antaranya, simpan pinjam, permodalan ternak seperti kambing dan sapi.

Kemudian ermodalan pupuk pertanian, kredit barang elektronik bekerja sama dengan toko mitra.

“Warga yang butuh televisi, setrika, atau kebutuhan rumah tangga lain bisa difasilitasi koperasi. Pembayarannya dicicil, bunganya ringan,” jelas Encep.

Lebih lanjut Encep mengemukakan, ketika pandemi Covid-19 melanda dan banyak usaha tumbang, koperasi ini justru menjadi penyangga ekonomi warga.

“Alhamdulillah, kami tetap bertahan. Koperasi hadir saat masyarakat benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X