Bupati Garut Dorong Desa Sukamurni Jadi Sentra Produk Olahan Susu Bernilai Tinggi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 10 Februari 2026 | 21:55 WIB
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meninjau Desa Sukamurni untuk mendorong pengembangan produk olahan susu bernilai ekonomi lebih tinggi, Senin, 9 Februari 2026. (Dok. Kominfo Garut)
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meninjau Desa Sukamurni untuk mendorong pengembangan produk olahan susu bernilai ekonomi lebih tinggi, Senin, 9 Februari 2026. (Dok. Kominfo Garut)

 

GARUT, Mediapriangan.com - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meninjau sentra sapi perah di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, dalam agenda monitoring bersama PT Inagi, Senin, 9 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung potensi pengembangan sektor peternakan susu di wilayah tersebut.

Desa Sukamurni dinilai tidak hanya berperan sebagai pemasok susu segar, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat produksi olahan susu dengan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi para peternak.

"Tentu saja ini tidak gampang ya, tapi kita berharap dengan koordinasi dan bantuan dari Inagi, dan kolaborasi, memberikan alternatif pengolahan yang lebih modern, yang lebih higienis dan lebih terukur standarisasinya sehingga produk ini bisa lebih diterima oleh masyarakat luas," ujar Bupati Garut.

Baca Juga: Ahli Saraf Ungkap Penurunan Kognitif Gen Z, Pola Belajar Digital Disebut Bikin Tertinggal dari Milenial

Menurut Bupati Garut, penguatan produk olahan susu menjadi kunci peningkatan kesejahteraan peternak di Desa Sukamurni. Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan standar produksi yang jelas, hasil susu sapi perah di wilayah tersebut diharapkan mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Sejalan dengan hal itu, CEO Inagi, Farizqi Bayu, menilai kualitas susu dari Desa Sukamurni sudah berada pada kategori premium. Ia menyebut ketersediaan bahan baku berkualitas menjadi peluang besar bagi Garut untuk menghadirkan produk olahan susu yang memiliki identitas khas daerah.

"Tidak hanya yoghurt tapi bisa juga susu steril ataupun keju, sehingga nanti harapannya Garut bisa mempunyai keju yang signature pak, yang bisa dikenal seluruh Indonesia atau bahkan internasional," ungkap Farizqi.

Baca Juga: Biaya Kesehatan Disebut Mahal, Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti Luruskan Salah Paham Publik

Dari sisi teknis, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, menjelaskan bahwa sebagian peternak di Desa Sukamurni saat ini telah memulai pengolahan produk olahan susu secara mandiri, terutama yoghurt. Namun, keterbatasan teknologi membuat diversifikasi produk belum optimal.

"Dan saat ini sebagian besar dari produk susu perah yang didapati di Sukamurni ini sudah diolah antara lain menjadi yoghurt dan mudah-mudahan produk yang lainnya tetap bisa kita berikan nilai tambah sehingga bisa memberikan ekonomi juga kepada para peternak khususnya Desa Sukamurni," ungkapnya.

Ia menambahkan, kualitas susu sapi perah di Desa Sukamurni memiliki kandungan lemak dan total solid yang tinggi. Faktor ini menjadikan produk olahan susu dari wilayah tersebut berpotensi menjadi salah satu yang terbaik di Kabupaten Garut.

Baca Juga: Tanah Bergerak di Desa Padasari Kabupaten Tegal Paksa Ribuan Warga Mengungsi, Listrik Dipadamkan

Sementara itu, Camat Cilawu, Deni Darmawan, berharap kehadiran Bupati Garut dan mitra swasta menjadi momentum percepatan pembangunan sektor peternakan secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran produk olahan susu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X