POLMAN, Mediapriangan.com - Musibah kebakaran yang melanda rumah Kakek Rasil di Polewali Mandar menyisakan duka mendalam. Pria 70 tahun itu harus menerima kenyataan pahit setelah tempat tinggalnya di Desa Patampanua Rea Barat hangus dilalap api pada Jumat, 13 Februari 2026.
Tidak hanya bangunan kayu yang berubah menjadi arang, tabungan Rp10 juta milik Kakek Rasil juga ikut terbakar. Uang tersebut selama ini dikumpulkan dari hasil berjualan kelapa dan daun pisang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di Polewali Mandar.
Peristiwa yang menimpa Kakek Rasil menjadi sorotan publik setelah video kondisi rumah dan sisa uang yang terbakar beredar di media sosial. Dalam keterangan unggahan itu disebutkan, “Beliau hidup sebatang kara dan sekarang rumah hangus serta tabungan yang ia simpan selama bekerja,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Baca Juga: Kebakaran Gelondongan Kayu di Aceh Utara Saat Kemarau, Warga Desa Geudumbak Panik
Unggahan yang sama juga menambahkan, “Bagian paling sakit dan sedih, beliau cari satu kaleng yang isinya kurang lebih Rp10 juta yang sudah ditabung selama bertahun-tahun,” imbuhnya.
Dalam video tersebut, Kakek Rasil terlihat menyusuri puing-puing rumahnya untuk mencari sisa tabungan Rp10 juta yang disimpan di dalam kaleng. Momen itu mengundang simpati luas dari warganet yang mengikuti kisah kebakaran di Polewali Mandar tersebut.
Berdasarkan penuturan pemilik akun yang mengunggah video, kebakaran diduga bermula dari tungku kayu bakar yang digunakan Kakek Rasil untuk memasak sebelum pergi ke pasar.
Baca Juga: Jerhemy Owen Ubah Sampah Sachet Jadi Papan Daur Ulang Plastik untuk Bangunan Pabrik Mininya
“Beliau lagi masak, terus mau ke pasar menjual tapi katanya apinya sudah dimatikan. Beliau masak pakai kayu bakar,” tulisnya pemilik akun.
“Mungkin ia tidak memastikan apinya sudah mati semua dan tinggal ke pasar cari uang lagi. Sakit banget pulang-pulang rumah sudah hangus,” lanjutnya.
Kini, Kakek Rasil masih bertahan di bagian rumah yang tersisa di Polewali Mandar. Kondisi tersebut semakin mengharukan karena ia harus menjalani hari-hari tanpa tabungan Rp10 juta yang selama ini menjadi pegangan hidupnya.
Baca Juga: Jembatan apung Sawang Hampir Rampung, Warga Aceh Utara Tak Lagi Bergantung Getek Rp20 Ribu
“(Tinggal) di rumahnya, masih ada bagian rumah yang terselamatkan. Tadi pagi pas aku bawain nasi, kakeknya nangis lagi,” terangnya.
Artikel Terkait
Amankan Final Four, Jakarta Pertamina Enduro Bungkam Jakarta Popsivo Polwan di Proliga 2026 Putri Seri Bojonegoro
Simak Cara Beli Tiket Proliga 2026 Seri Bogor dan Jadwal Pertandingan Penentu Final Four
Gresik Phonska Plus Bantai Bandung BJB Tandamata, Resmi Melaju ke Final Four Proliga 2026, Cek Klasemen Sementara
IUP Tambang Emas Tumpang Pitu Disorot, Fauzan LS Desak Mahkamah Partai Periksa Azwar Anas
Delay 5 Jam Super Air Jet Tujuan Denpasar Berujung Kompensasi Rp300 Ribu, Penumpang Sempat Protes
Viral Dugaan Keterlambatan mobil MBG di MTs Bogor, Siswa Soraki di Gerbang Sekolah