Walau Penjualan Menurun, Pedagang Beduk Ramadan di Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Senin, 2 Maret 2026 | 14:50 WIB
Seorang pedagang kulit beduk dan beduk siap pakai menjajakan dagangannya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tasikmalaya, Senin (2/3/2026). (Dok. Asep M.S)
Seorang pedagang kulit beduk dan beduk siap pakai menjajakan dagangannya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tasikmalaya, Senin (2/3/2026). (Dok. Asep M.S)

Baca Juga: Gelar Raker, PSSI Kota Tasikmalaya Matangkan Program Pembinaan Satu Tahun ke Depan

Dia mengatakan biasanya penjualan kulit akan mulai ramai ketika memasuki pertengahan Bulan Ramadan atau mulai tanggal 15 Ramadan hingga mendekati lebaran tiba.

Selain dijual dengan cara penjualan kompensional, kata Dadan, dirinya menawarkan kulit bahan bedug dan bedug yang sudah jadi melalui penjualan online.

Hasilnya banyak pemesan barang yang dijualnya dari berbagai daerah seperti Bandung, Bekasi, Karawang, Subang dan yang lainnya.

"Ya kalau hanya mengandalkan penjualan langsung susah pak, apalagi dalam kondisi perekonomian seperti ini. Makanya saya coba tawarkan melalui online dan hasilnya alhamdulillah," ujar Dadan.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Gelar GERAK Syariah, Nofa Hermawati Edukasi 5.000 Jamaah Majlis Taklim di Kota Tasikmalaya

Adapun, kata dia, omset yang didapat dari penjualan kulit bedug per harinya fluktuatif tergantung banyaknya barang yang dijual.

"Tapi kalau dirata-ratakan bisa sampai tiga juta per hari. Kalau lagi rame bisa sampai empat lima juta per hari, itupun dibantu dengan penjualan online," katanya.

Anang (47), penjual kulit bedug di Kota Tasik lainnya yang mangkal di Jalan Irhanda Kota Tasik, mengatakan hasil berjualan kulit dan bedug jadi tiap tahunnya cenderung menurun seiring tradisi masjid yang masih mengunakan bedug mulai berkurang.

Anang mengaku, kalau dulu sejak awal-awal Bulan Ramadan ia sudah bisa menjual kulit antara 5 sampai 7 lembar per hari.

Baca Juga: Musrenbang Disporabudpar Kota Tasikmalaya Bertema Creative Culture, Diky Candra Turun Jadi Dalang

"Sekarangmah pembelinya juga tidak ada, bisa jual dua lembar per hari saja agak susah. Kalau dibanding dulu jelas lebih bagus penjualan dulu," katanya.

Walau masih sepi pembeli, kata Anang, untuk Ramadhan kali ini dia mengaku telah menyiapkan sekitar 200 lembar kulit sapi dan kambing yang siap dijual.

Menurut pengakuan para pedagang kulit bedug, keuntungan yang mereka peroleh dari penjualan kulit bedug tidak lah besar atau antara Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per lembar kulit.

"Ya kalau pembelinya banyakmah pak lumayan, keuntungan dari hasil penjualan bisa sampai Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per hari, tapi kalau terjualanya hanya satu dua ya berat juga," katanya.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X