JAKARTA, Mediapriangan.com - Aksi serangan rudal petasan yang menyasar sejumlah toko di Jakarta Timur mendadak viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik setelah video kejadian memperlihatkan ledakan petasan yang diarahkan ke sebuah ruko pada malam hari.
Insiden serangan rudal petasan itu dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Raya Bogor-Cibubur, wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam rekaman yang beredar luas, terdengar suara ledakan keras dari petasan yang ditembakkan ke arah toko yang diduga menjual obat keras ilegal.
Unggahan video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana tegang di sekitar lokasi. Dalam tayangan tersebut terlihat sebuah toko yang masih dijaga oleh pelayan ketika serangan rudal petasan terjadi.
Baca Juga: Viral Belatung di Ikan Bandeng MBG Sampang, SPPG Dalpenang Akui Menu dari Dapurnya
"Terjadi aksi "merudal" ke sebuah toko yang diduga kuat menjual Tramadol secara ilegal di Jalan Raya Bogor-Cibubur, pada Senin, 9 Maret 2026, malam," tulis postingan tersebut.
Peristiwa serangan rudal petasan di Jakarta Timur itu kemudian mendapat perhatian dari pihak kepolisian. Aparat menyebut serangan tersebut tidak hanya menyasar satu lokasi, melainkan beberapa toko sekaligus.
Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya menyatakan bahwa sedikitnya tiga toko diduga menjadi target serangan orang tak dikenal.
Baca Juga: Viral Dugaan Pelecehan di KRL Bogor Manggarai, Korban Rekam Terduga Pelaku dan Teriak Minta Tolong
"Tiga toko obat keras di wilayah Pasar Rebo diserang orang tak dikenal," kata Wayan kepada awak media di Kantor Wali Kota Jaktim, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Menurut keterangan polisi, toko-toko yang menjadi sasaran serangan rudal petasan itu diduga berkaitan dengan aktivitas penjualan obat keras ilegal. Dugaan tersebut menjadi salah satu alasan yang memicu kemarahan pelaku penyerangan.
Pihak kepolisian juga mengungkap bahwa kios-kios tersebut pada awalnya tidak digunakan untuk menjual obat keras ilegal. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi tersebut semula disewakan untuk usaha lain.
"Awalnya, lokasi itu dipergunakan untuk usaha kosmetik, perangkat HP dan tisu," sebut Wayan.
"Tapi, kemudian disalahgunakan untuk menjual obat-obatan keras," tambahnya.
Artikel Terkait
SMAN 2 Pamekasan Kembalikan 1.022 Porsi Makan Bergizi Gratis dari SPPG As-Salman, Menu Lele Mentah Jadi Sorotan
Kasus pembuangan bayi di Bekasi Terungkap, Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Berusia 19 Tahun
Kepergian Vidi Aldiano Tinggalkan Duka, Ayah Ungkap Makna Doa Panjang Umur Sang Musisi
Jelang Lebaran 1447 H, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik, Cabai Merah Domba Tembus Rp90.000 per Kg
Ketua HMI Soroti Dugaan Pelanggaran Izin Toko Sen Sen, Pedagang Cikurubuk Tuntut Penegakan Aturan
Terungkap di Balik Pembunuhan Ermanto Usman di Bekasi, Polisi Tangkap Sudirman alias Yuda