Viral Status WA Petugas SPPG Purbalingga Sebut ‘Rakyat Jelata’, Picu Kritik Warganet di Tengah Program MBG

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 16 Maret 2026 | 19:50 WIB
Status WA petugas SPPG Purbalingga dengan istilah rakyat jelata viral di media sosial. Unggahan itu memicu kecaman warganet hingga permintaan maaf. (Instagram/info_purbalingga)
Status WA petugas SPPG Purbalingga dengan istilah rakyat jelata viral di media sosial. Unggahan itu memicu kecaman warganet hingga permintaan maaf. (Instagram/info_purbalingga)

 

PURBALINGGA, Mediapriangan.com - Polemik mengenai status WA petugas SPPG di Purbalingga menjadi sorotan publik setelah tangkapan layar unggahan tersebut viral di media sosial.

Unggahan itu memicu perdebatan luas karena memuat istilah rakyat jelata dalam konteks yang dianggap menyinggung masyarakat.

Perbincangan mengenai status WA petugas SPPG tersebut mencuat setelah sebuah akun Instagram membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan sejumlah petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Purbalingga tengah berpose sebelum berolahraga.

Baca Juga: Menu MBG Rapel 4 Hari di Sleman Viral, Warganet Soroti Harga Ayam dari SPPG Harjobinangun

Foto tersebut disertai keterangan yang kemudian ramai dibahas oleh warganet.

Dalam tangkapan layar yang beredar, tertulis kalimat yang menyebut istilah rakyat jelata dan dikaitkan dengan komentar publik terkait program MBG.

Unggahan itu kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memancing reaksi keras dari masyarakat.

“Peregangan sik (dulu), sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur,” tulis keterangan pada caption unggahan di bawah foto tersebut.

Baca Juga: Menu MBG Rapel 4 Hari di Sleman Viral, Warganet Soroti Harga Ayam dari SPPG Harjobinangun

Istilah rakyat jelata dalam status WA petugas SPPG itu dinilai sebagian warganet tidak pantas diucapkan oleh pihak yang terlibat dalam pelayanan publik, terlebih karena program MBG sendiri dijalankan menggunakan dana dari pajak masyarakat.

Program MBG yang bertujuan memberikan makan bergizi kepada masyarakat seharusnya, menurut sejumlah pengguna media sosial, dijalankan dengan sikap pelayanan yang menghargai publik.

Karena itu, unggahan yang menyebut rakyat jelata dianggap tidak mencerminkan etika komunikasi yang baik.

Baca Juga: Guru di Semarang Curhat Soal MBG Terlambat Datang dari SPPG, Sebut Guru Jadi Relawan Tak Dibayar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X