Dokter Meninggal Akibat Campak di Cianjur, Dedi Mulyadi Minta Waspada KLB Campak dan Perkuat Imunisasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 30 Maret 2026 | 14:59 WIB
Menyoroti dokter meninggal akibat campak di Cianjur, Dedi Mulyadi minta kewaspadaan KLB campak dan percepatan imunisasi campak, di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). (Dok. Humas Jabar)
Menyoroti dokter meninggal akibat campak di Cianjur, Dedi Mulyadi minta kewaspadaan KLB campak dan percepatan imunisasi campak, di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). (Dok. Humas Jabar)

"Kemarin sudah rapat dengan semua Kepala Dinas Kesehatan, saya menyampaikan bahwa harus cepat dilakukan pemetaan, jadi ketika kasusnya meningkat, harus langsung dilakukan CUC bagi orang-orang yang belum diimunisasi campak. Tapi kalau kasusnya banyak itu dilakukan namanya ORI," jelas Dedi Mulyadi.

Program imunisasi campak melalui ORI dan CUC kini tengah berlangsung di sejumlah daerah, terutama di Garut dan Tasikmalaya yang mencatat peningkatan kasus cukup tinggi.

Selain itu, imunisasi campak juga akan diperluas ke sejumlah wilayah lain di Jawa Barat sebagai langkah pencegahan KLB campak secara menyeluruh.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Begal Surabaya yang Sempat Buron, Diamankan saat Bersembunyi di Kamar Mandi

Ribuan Anak Belum Terjangkau Imunisasi

Pemerintah daerah mencatat masih banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap. Hingga 2025, sekitar 102.000 anak tercatat belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

"Yang belum akan kita kejar imunisasinya karena sekitar 102.000 anak, data hinggga 2025, yang belum diimunisasi secara lengkap. Untuk orang dewasa diharapkan secara mandiri," tambahnya.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memicu KLB campak di sejumlah wilayah, termasuk Garut dan Tasikmalaya.

Baca Juga: Driver Ojol Rekam Wanita Tanpa Izin Viral, Video Dikirim ke Grup WA, Grab Tanggapi Dugaan Pelecehan

Imbauan untuk Tidak Menolak Vaksinasi

Pemerintah berharap masyarakat lebih terbuka terhadap imunisasi campak guna mencegah kasus serupa, termasuk kejadian dokter meninggal akibat campak.

Rendahnya cakupan vaksinasi disebut menjadi salah satu penyebab tingginya kasus di beberapa daerah. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menekan KLB campak ke depan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa imunisasi campak bukan hanya melindungi individu, tetapi juga menjaga keselamatan tenaga kesehatan dan masyarakat secara luas.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X