Warga Mengeluh Sulitnya Proses Pembersihan
Dampak dari fenomena banjir berwarna hitam legam ini dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Grogol tersebut.
Pasca-air surut, residu minyak yang menempel di dinding dan lantai rumah menciptakan kendala serius karena sifatnya yang licin dan sulit dihilangkan dengan air biasa.
Sejumlah warga melalui media sosial mencurahkan keresahan mereka terkait sisa kotoran yang masuk ke area privat. Akun @_mi*****t menuliskan bahwa bagian dalam rumahnya kini tertutup lapisan pekat, sementara akun lain menyoroti potensi bahaya terpeleset akibat lantai yang menjadi sangat licin.
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan belum ada langkah konkret atau pertanggungjawaban dari pemilik penampungan limbah tersebut kepada warga terdampak di Cemani Sukoharjo.
Keluhan mengenai kelelahan fisik saat membersihkan sisa oli bekas menjadi topik hangat di kalangan netizen lokal.
Peristiwa ini sendiri merupakan dampak lanjutan dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Sukoharjo-Solo sejak Selasa (14/4/2026) sore.
Selain masalah banjir berwarna hitam legam, beberapa titik strategis seperti kawasan Solo Baru juga terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa yang memicu kemacetan panjang di pagi hari.***
Artikel Terkait
Perjuangan Siswa SD di Parigi Moutong Terjang Sungai saat Hujan, Pulang Buru-buru Sebelum Air Meluap
Dorong Literasi Pasar Modal Syariah, OJK Resmikan Galeri Investasi di LP3I Tasikmalaya
Lima Tahun Permatadora Konsisten Penuhi Kebutuhan Darah di Kota Tasikmalaya
ASN Pemkot Tasikmalaya Dilarang Bawa Kendaraan BBM Tiap Rabu, Uji Coba CFD ASN Mulai Berlaku!
Kebangkitan Industri Genteng Lokal Jabar Dimulai, Program Gentengisasi Sasar Puluhan Ribu Rumah Subsidi
Ketimbang Raja Semalam Lalu Sengsara, Gubernur Jabar Minta Gen Z Prioritaskan Beli Rumah Daripada Pesta Mewah