Ketidakpuasan warga berlanjut dengan upaya menemui Wali Kota Tasikmalaya. Namun, rombongan hanya diterima oleh Sekretaris Daerah di kompleks perkantoran pemerintah.
Diskusi yang sempat berjalan pun tidak membuahkan solusi konkret bagi kedua belah pihak.
Iwan menyayangkan sikap represif yang diambil birokrasi, yang menurutnya justru akan menjauhkan rakyat dari pemerintahnya.
Iwan menekankan bahwa poin utamanya bukan sekadar keberadaan tenda, melainkan substansi aspirasi masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan jawaban nyata.***
Artikel Terkait
Tanpa Bantuan Jabar, Anggaran Kota Tasikmalaya Menyusut Jadi Rp1,4 Triliun
Penerapan Parkir Non Tunai, Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir di Kota Tasikmalaya
Ungguli OPD Lain, Diskominfo Kota Tasikmalaya Juara Pertama Reformasi Birokrasi 2025
Jelang Muscab PPP Kota Tasikmalaya, Suhu Politik Internal Memanas
Lima Tahun Permatadora Konsisten Penuhi Kebutuhan Darah di Kota Tasikmalaya
Rekor Sejarah! Kuota Haji Kota Tasikmalaya 2026 Melonjak Dua Kali Lipat, Viman Alfarizi Lepas 1.348 Jemaah