Baca Juga: Bisnis Sabu Ratusan Juta Dibongkar, Pasutri di Tasikmalaya Terancam 20 Tahun Penjara
“Diperkirakan bayi berusia sekitar 7 hari. Tali pusar sudah kering dan ari-arinya sudah dipotong,” jelas AKP Maryadi.
Saat ini, bayi tersebut sudah dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk memastikan stabilitas kesehatannya.
Meski ditemukan dalam kondisi terlantar, pihak kepolisian memastikan bahwa bayi tersebut dalam keadaan hidup dan secara umum sehat.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
Langkah Penyelidikan Kepolisian
Kasus penemuan bayi di Sukoharjo ini kini memasuki tahap penyelidikan intensif. Pihak kepolisian tengah berupaya keras melacak jejak orang tua biologis yang tega meninggalkan darah dagingnya tersebut.
Selain memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, polisi juga melakukan penyisiran data kependudukan secara mendetail. Langkah mapping dilakukan terhadap seluruh fasilitas kesehatan dan warga di sekitar wilayah Nguter.
"Kami melakukan penyelidikan dan mapping siapa saja yang melahirkan pada bulan April ini. Kami telusuri siapa yang menaruh bayi ini," tandas Maryadi.***
Artikel Terkait
Kepala BGN Sebut Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi Program MBG Hanya Pengandaian demi Hindari Lonjakan Harga Pangan
Klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry dari Mesir, Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual hingga Fitnah Terhadap Rasulullah
Istri Asal Rembang Kepergok Bareng Selingkuhan, Nekat Tantang Suami Lapor Polisi Usai Dua Bulan Menghilang
Bupati Tasikmalaya Minta Respons Cepat Keluhan Pelanggan, Perumda Air Minum Harus Lebih Sigap
Sinergi Lintas Instansi Garap DED Rehabilitasi Situs Karangkamulyan Guna Perkuat Wisata Sejarah Kabupaten Ciamis
ISCEA Indonesia Gembleng 85 Profesional di Expert Class Vol XI, Fokus Perkuat Ketahanan Supply Chain Global