Kepala BGN Sebut Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi Program MBG Hanya Pengandaian demi Hindari Lonjakan Harga Pangan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 23 April 2026 | 13:03 WIB
Kepala BGN klarifikasi soal kebutuhan 19.000 ekor sapi program MBG yang sempat viral. Menu lokal jadi solusi tekan lonjakan harga pangan di pasar. (Dok. BGN)
Kepala BGN klarifikasi soal kebutuhan 19.000 ekor sapi program MBG yang sempat viral. Menu lokal jadi solusi tekan lonjakan harga pangan di pasar. (Dok. BGN)

 

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan mendalam terkait simulasi pengadaan bahan baku daging dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Langkah ini diambil untuk meredam spekulasi publik mengenai pasokan ternak nasional yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Kepala BGN Dadan Hindayana meluruskan bahwa data mengenai kebutuhan satu ekor sapi per hari untuk setiap dapur merupakan sebuah simulasi logistik, bukan instruksi pelaksanaan harian yang bersifat kaku.

Hal ini merujuk pada kapasitas masak di setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Geram Fitnah 750 dapur MBG, Uya Kuya Gelar Sayembara Berhadiah Jutaan Rupiah Demi Buru Terduga Pelaku Hoaks

“Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor, kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi,” kata Dadan saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

Secara teknis, Dadan menjelaskan bahwa satu kali proses pengolahan di SPPG memerlukan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging murni untuk memenuhi standar nutrisi penerima manfaat. Angka tersebut secara akumulatif memang terlihat besar jika ditarik ke skala nasional secara seragam.

“Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,” jelasnya.

Baca Juga: Kunker Wapres Gibran ke Nabire Diwarnai Sorotan Menu MBG yang Mendadak Mewah dengan Sajian Rendang

Namun, ia menekankan bahwa strategi kebutuhan 19.000 ekor sapi program MBG secara serentak hampir mustahil dilakukan karena berisiko tinggi memicu lonjakan harga pangan.

Pengalaman menunjukkan, kebijakan menu seragam nasional dalam jumlah besar pernah berdampak langsung pada stabilitas harga di pasar, seperti yang terjadi pada komoditas telur beberapa waktu lalu.

“Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,” lanjut Dadan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X