Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyoroti tantangan lain yang dihadapi Indonesia, yakni masih rendahnya rasio kewirausahaan nasional. Saat ini, angka tersebut baru mencapai sekitar 3,29 persen dari total angkatan kerja.
Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan rasio kewirausahaan nasional hingga kisaran 10 hingga 12 persen untuk mendukung target menjadi negara maju.
Baca Juga: Armada Logistik Koperasi Merah Putih Mulai Mengaspal di Tasikmalaya
“Kami ingin melihat lebih banyak generasi muda terjun ke dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar, menilai potensi kuliner lokal Indonesia sangat besar untuk dikembangkan. Dengan keragaman makanan khas dari berbagai daerah, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Ia juga menyoroti masih minimnya restoran Indonesia di pusat perbelanjaan modern jika dibandingkan dengan restoran dari negara lain. Karena itu, pengembangan usaha melalui sistem franchise dan kemitraan dinilai menjadi strategi yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar.
“Indonesia punya makanan khas dari berbagai daerah. Potensinya luar biasa. Yang harus kita dorong adalah produk hasil dan nilai tambahnya,” kata Anang.***
Artikel Terkait
Kasus Anak Bupati Riau Positif Ganja Viral, BNN Sebut AF Hanya Terpapar Asap di Toilet Tempat Hiburan Malam
Selebgram Pekanbaru Positif Narkoba saat Razia Kelab Malam, Polisi Sita Ganja dan Cairan Etomidate
Gu Sol Dapat Kontrak Pendek di Hyundai Hillstate, Siap Jadi Pelapis Setter untuk Megawati Hangestri
Jadwal Film Bioskop Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Hari Ini, Sabtu 30 Mei 2026, Ada Tumbal Proyek
Sorotan Menguat di Teluk Buli, Desakan Audit PT FHT Mencuat Usai Dugaan Pencemaran Kali Kukuba
Banjir Bandang Gorontalo Utara Sisakan Lumpur dan Kerusakan, 529 KK di 5 Desa Masih Terdampak