“Melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan. Generasi muda harus mampu menjembatani tradisi dengan perkembangan zaman, sehingga budaya Sunda tetap terasa dekat, menarik, dan membanggakan bagi anak-anak muda,” tuturnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 yang tidak hanya menyoroti pembangunan fisik, tetapi juga penguatan karakter masyarakat melalui pelestarian budaya Sunda dan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, menyampaikan bahwa Pasanggiri Ujang Nyai 2026 menjadi salah satu program strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki identitas budaya yang kuat.
Baca Juga: 426 ASN Pemkab Ciamis Dilantik, Bupati Herdiat Ingatkan Integritas dan Pelayanan Masyarakat
Menurutnya, generasi muda Ciamis perlu mendapatkan ruang pembinaan yang mampu menggabungkan wawasan budaya, etika, kemampuan komunikasi, dan pembentukan karakter.
Karena itu, Pasanggiri Ujang Nyai 2026 terus dikembangkan sebagai media pembelajaran budaya yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Pasanggiri Ujang Nyai bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi menjadi sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar mengenal, mencintai, dan mampu menjadi pelaku pelestarian budaya daerah. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun generasi Tatar Galuh yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat,” ujarnya.
Heryan menambahkan, pelestarian budaya Sunda memerlukan keterlibatan aktif generasi muda sebagai pelaku utama.
Oleh sebab itu, kegiatan ini tidak hanya menilai penampilan peserta, tetapi juga mengukur pemahaman mereka terhadap budaya Tatar Galuh dan kesiapan menjadi representasi daerah.
Melalui Pasanggiri Ujang Nyai 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap lahir figur-figur muda yang mampu menjadi duta budaya sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya Sunda dan memperkenalkan kekayaan budaya Tatar Galuh kepada masyarakat yang lebih luas.
Menutup sambutannya, Hj. Kania Ernawati Herdiat mengingatkan bahwa prestasi yang diraih para peserta nantinya harus menjadi sarana untuk mengabdi kepada daerah dan menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur.
“Menjadi juara bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi amanah untuk ikut mengharumkan nama Ciamis melalui budaya. Mari bersama-sama menjaga tradisi, melestarikan adat, dan mengangkat martabat budaya Tatar Galuh untuk masa depan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Wamentan Sudaryono Puji Produksi Unggas Ciamis, Dorong Swasembada Pangan di Dialog Perunggasan Nasional
Tegas Bupati Ciamis Soal Efisiensi Birokrasi dan Peringatan Darurat Kekerasan Anak di Lingkungan Pendidikan
Lepas Kloter 31 KJT, Bupati Ciamis Ingatkan Jemaah Calon Haji Jaga Kesehatan Menuju Bandara Kertajati
Jelang Idul Adha 1447 Hijriah, Bupati Herdiat Pastikan Kebutuhan Hewan Kurban Mandiri di Kabupaten Ciamis Terpenuhi
Strategi Anyar Ciamis Dorong Ekosistem Industri Halal Lewat Zona KHAS Pertama di Jawa Barat
Tekan Ketidaktepatan Sasaran, Kemensos Gandeng Agen Perlinsos Kabupaten Ciamis Guna Rombak Sistem Pendataan