Pasanggiri Ujang Nyai 2026 Jadi Panggung Pelestarian Budaya Sunda, Generasi Muda Ciamis Disiapkan Jadi Pewaris

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 8 Juni 2026 | 10:49 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, membuka Pasanggiri Ujang Nyai 2026 yang menjadi bagian dari Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Minggu, 7 Juni 2026. (Dok. PKK Ciamis)
Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, membuka Pasanggiri Ujang Nyai 2026 yang menjadi bagian dari Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Minggu, 7 Juni 2026. (Dok. PKK Ciamis)

“Melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan. Generasi muda harus mampu menjembatani tradisi dengan perkembangan zaman, sehingga budaya Sunda tetap terasa dekat, menarik, dan membanggakan bagi anak-anak muda,” tuturnya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 yang tidak hanya menyoroti pembangunan fisik, tetapi juga penguatan karakter masyarakat melalui pelestarian budaya Sunda dan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, menyampaikan bahwa Pasanggiri Ujang Nyai 2026 menjadi salah satu program strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki identitas budaya yang kuat.

Baca Juga: 426 ASN Pemkab Ciamis Dilantik, Bupati Herdiat Ingatkan Integritas dan Pelayanan Masyarakat

Menurutnya, generasi muda Ciamis perlu mendapatkan ruang pembinaan yang mampu menggabungkan wawasan budaya, etika, kemampuan komunikasi, dan pembentukan karakter.

Karena itu, Pasanggiri Ujang Nyai 2026 terus dikembangkan sebagai media pembelajaran budaya yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pasanggiri Ujang Nyai bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi menjadi sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar mengenal, mencintai, dan mampu menjadi pelaku pelestarian budaya daerah. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun generasi Tatar Galuh yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat,” ujarnya.

Baca Juga: Tekan Ketidaktepatan Sasaran, Kemensos Gandeng Agen Perlinsos Kabupaten Ciamis Guna Rombak Sistem Pendataan

Heryan menambahkan, pelestarian budaya Sunda memerlukan keterlibatan aktif generasi muda sebagai pelaku utama.

Oleh sebab itu, kegiatan ini tidak hanya menilai penampilan peserta, tetapi juga mengukur pemahaman mereka terhadap budaya Tatar Galuh dan kesiapan menjadi representasi daerah.

Melalui Pasanggiri Ujang Nyai 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap lahir figur-figur muda yang mampu menjadi duta budaya sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

Baca Juga: Kasus Pertalite 25 Liter di Medan Jadi Sorotan, 2 Pemuda Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar

Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya Sunda dan memperkenalkan kekayaan budaya Tatar Galuh kepada masyarakat yang lebih luas.

Menutup sambutannya, Hj. Kania Ernawati Herdiat mengingatkan bahwa prestasi yang diraih para peserta nantinya harus menjadi sarana untuk mengabdi kepada daerah dan menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

“Menjadi juara bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi amanah untuk ikut mengharumkan nama Ciamis melalui budaya. Mari bersama-sama menjaga tradisi, melestarikan adat, dan mengangkat martabat budaya Tatar Galuh untuk masa depan,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X