Kasus Penyekapan di Cikarang Terungkap, Pelaku Utama Penganiayaan Wanita Akhirnya Ditangkap Polisi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:40 WIB
Kasus penyekapan di Cikarang terungkap setelah polisi menangkap pelaku utama penganiayaan wanita yang diduga disekap dan dianiaya selama sepekan. (Instagram.com/@cikarang.people)
Kasus penyekapan di Cikarang terungkap setelah polisi menangkap pelaku utama penganiayaan wanita yang diduga disekap dan dianiaya selama sepekan. (Instagram.com/@cikarang.people)

 

CIKARANG, Mediapriangan.com - Kasus penyekapan di Cikarang yang menimpa seorang wanita berinisial TS memasuki babak baru. Polisi menangkap pria berinisial S yang diduga sebagai pelaku utama penganiayaan wanita tersebut.

Kasus penyekapan di Cikarang ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kondisi korban beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, TS terlihat mengalami sejumlah luka lebam pada bagian tubuh dan wajah yang diduga akibat tindak kekerasan.

Informasi yang beredar menyebutkan, penganiayaan wanita tersebut terjadi di sebuah kontrakan di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban juga diduga mengalami penyekapan oleh pria yang disebut sebagai kekasihnya.

Baca Juga: Toko Emas di Tapaktuan Aceh Dirampok Pria Bersenjata, Tembakan Pecahkan Etalase hingga Perhiasan Dibawa Kabur

Penangkapan pelaku utama dalam kasus penyekapan di Cikarang tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra, dalam keterangannya pada Sabtu, 18 Juli 2026.

"Sudah (ditangkap pelaku utama penyekapan pacar sendiri)," kata Jerico.

Kronologi Penyekapan Wanita di Cikarang

Kasus penyekapan di Cikarang mulai terungkap setelah pihak keluarga mendatangi lokasi kejadian di Desa Serang, Cikarang Selatan, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Saat itu, TS memberikan keterangan mengenai rangkaian peristiwa yang dialaminya. Berdasarkan penuturan korban, penganiayaan wanita tersebut bermula dari pertengkaran yang terjadi antara dirinya dengan S.

Baca Juga: Qodari Tantang Mahasiswa UI Kritik Program MBG Berbasis Data, Bahas Siswa Lapar hingga Anggaran Pendidikan

Perselisihan yang awalnya disebut sebagai persoalan hubungan pasangan kemudian berkembang menjadi tindakan kekerasan. Korban mengaku, pelaku utama diduga semakin sulit mengendalikan emosinya hingga melakukan penganiayaan secara berulang.

"Sebelumnya kami memang sudah berantem terus. Selama satu minggu terakhir itu, dia sudah membabi buta," ungkap TS dalam keterangannya, pada Rabu, 8 Juli 2026.

"Kalau dari sebelumnya, kita masih normal aja kayak berantem jeda, baikan," sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X