Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nanggela Mukti, Dadang Muhammad Firmansyah, mengatakan lahan pertanian di Kampung Nanggela dan sekitarnya memang bisa disebut sebagai lahan tadah hujan.
Hal itu, kata dia, dikarenakan lahan di daerahnya sudah hampir dua tahun tidak lagi mendapat suplai air dari irigasi dan hanya mengandalkan air hujan.
Menurutnya, Sungai Cikunten sebagai satu-satunya penyuplai air sudah tidak lagi berfungsi.
"Hampir sejak dua tahun ke belakang, Sungai Cikunten tidak lagi bisa menyuplai air dikarenakan sumber air dari hulu sungai mulai menyusut," katanya.
Baca Juga: Debit Air Situ Gede Surut Drastis, 250 Hektare Lahan Pertanian di Kota Tasik Terancam Kekeringan
Akibatnya, lanjut Dadang, selama ini lahan di wilayahnya hanya mengandalkan air hujan atau menjadi lahan tadah hujan.
Sehingga, kata dia, untuk ditanami padi, dalam satu tahun hanya bisa ditanami dua kali musim tanam. Itu pun sering kali gagal panen akibat terbatasnya pengairan.
"Kami sudah beberapa kali minta kepada pihak pemerintah agar wilayah kami mendapat perhatian dari sisi pengairan," ujar Dadang.***
Artikel Terkait
Wali Kota Tasikmalaya Lantik 3 Pejabat Eselon II Definitif, Ini Pesan Viman Alfarizi untuk ASN
Penjualan BBM Pertamax Turun 30 Persen di Kota Tasikmalaya, Pengguna Beralih ke Pertalite
Diskominfo Kota Tasikmalaya Perbarui GECE 112, Layanan Darurat Kini Didukung Fitur Omni Channel
Kibar Budaya 2026 Digelar di Situ Beet, DKKT Angkat Kembali Kejayaan Sentra Anyaman Bambu Tasikmalaya
Rumput Situ Gede Kota Tasik Jadi Berkah, Para Penyabit Rumput Raup Penghasilan di Tengah Kemarau
SDN Citapen Kota Tasikmalaya Terbakar, Api Melalap Lantai Dua Diduga akibat Korsleting Listrik