PURWAKARTA, Mediapriangan.com - Penyelidikan kasus satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas terborgol terus bergulir. Hingga kini, Polres Purwakarta masih mengumpulkan berbagai bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Di tengah proses penyelidikan, kepolisian mengakui bahwa CCTV minim di area dalam Waduk Jatiluhur menjadi salah satu hambatan utama dalam mengusut perkara tersebut. Kondisi itu terungkap saat jajaran Polres Purwakarta memberikan laporan perkembangan kasus kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam laporannya, kepolisian menyebut penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 saksi. Selain itu, rekaman kamera pengawas di luar kawasan waduk juga telah diamankan untuk membantu proses penyelidikan kasus satpam Waduk Jatiluhur.
Baca Juga: Misteri Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Polisi Selidiki Dugaan Motif
“CCTV di luar sekitaran waduk sudah kami amankan, kemudian Ada hipotesa-hipotesa atau kemungkinan berkaitan dengan korban seperti masalah pribadi atau keluarga sudah kami dalami,” ucap pihak Polres Purwakarta, dikutip dari unggahan video di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa, 28 Juli 2026.
Meski begitu, penyidik mengakui keterbatasan kamera pengawas di area inti waduk membuat penelusuran menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, polisi memperluas pencarian rekaman ke sejumlah titik di luar kawasan, termasuk jalan raya yang mengarah ke lokasi.
“Itu kendala kami, karena di seputaran tidak ditemukan CCTV. Namun, kami mencari CCTV di luar, di jalan raya,” imbuh pihak kepolisian.
Baca Juga: Sopir Alphard di Bundaran HI Ternyata Polisi, Berbalik! Minta Maaf dan Sujud ke Satpam Usai Viral
Sorotan terhadap minimnya fasilitas pengamanan juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya, kawasan Waduk Jatiluhur sebagai objek vital semestinya memiliki sistem pengawasan yang memadai.
“Ini titik lemah PJT II, ini bendungan yang menjamin keselamatan warga di Bekasi, Karawang, sampai Jakarta. Masa objek vital enggak ada CCTV-nya? Bahkan harus ada command center biar ada yang mengawasi 24 jam,” jelas Dedi.
Selain keberadaan CCTV minim, Dedi juga menyoroti kondisi penerangan di area waduk yang dinilai masih kurang sehingga berpotensi menghambat pengawasan.
Dalam kesempatan itu, Dedi turut meminta Polres Purwakarta segera menuntaskan pengungkapan kasus satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas terborgol.
Artikel Terkait
Ancam Copot Jabatan, Dedi Mulyadi Jamin Pendaftaran SPMB Jabar 2026 di Sekolah Unggulan Bersih dari Siswa Titipan
WTP ke-15 Beruntun untuk Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Soroti Dana Transfer dan DBH
SPMB Jawa Barat 2026 Masih Panjang, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tak Panik Soal Sekolah Tujuan
Viral Video Karawang, Dedi Mulyadi Singgung Barak Militer untuk Pembinaan dan Penanganan Kasus
Dedi Mulyadi Saksikan Peresmian 1.151 Km Jalan Daerah oleh Presiden Prabowo, Jabar Catat 5 Proyek IJD
Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bandung, Minta Pemilik Kos Periksa Identitas dan Surat Nikah Penyewa
Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Sebut Lingkungan Abai Jadi Celah Kejahatan Tak Terdeteksi
Taufik Hidayat Ditangkap, Uang Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi untuk Korban YTR
Dedi Mulyadi Dorong Sunda Karsa Fest Perkuat UMKM Jawa Barat dan Regenerasi Perajin Tradisional
Kasus Dugaan Pencabulan Anak Tiri di Garut Viral, Ibu Minta Dedi Mulyadi Bantu Usut Laporan ke Polisi