JAKARTA, Mediapriangan.com - Operasional KRL Bogor dan KRL Tangerang sempat terganggu pada Kamis, 20 Agustus 2026 pagi. Dua kecelakaan di lokasi berbeda membuat perjalanan KRL harus mengalami rekayasa dan keterlambatan.
Gangguan tersebut terjadi di lintasan Bogor-Jakarta Kota serta lintasan Duri-Tangerang. Dampaknya, sebanyak 18 perjalanan KRL mengalami keterlambatan dengan durasi mulai puluhan menit hingga lebih dari satu jam.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan kondisi kedua lintasan telah kembali normal sekitar pukul 11.00 WIB setelah proses evakuasi dan pemeriksaan rangkaian selesai.
Baca Juga: Kronologi Pelajar Tertemper KRL di Kalideres, Teriakan Warga Pecah Saat Korban Dievakuasi
Pada lintasan Bogor, KA 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota mengalami insiden tertemper orang di antara Stasiun Pasar Minggu dan Manggarai. Lokasi kejadian disebut berada di sekitar Stasiun Cawang.
Akibat kejadian tersebut, perjalanan KRL Bogor harus menjalani pengaturan operasional. Sebanyak 10 perjalanan tercatat mengalami keterlambatan hingga satu jam lebih.
"Imbas kejadian tersebut sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih," kata Leza.
Baca Juga: 5 Ton Rendang dari Sumbar untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan Saat Bencana 2009
Sementara itu, gangguan berbeda terjadi pada lintasan KRL Tangerang. KA 1914A relasi Duri-Tangerang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper sekitar pukul 07.20 WIB.
Insiden itu membuat perjalanan KRL Tangerang ikut tersendat karena kendaraan yang terlibat masih berada di area jalur dan rangkaian kereta perlu menjalani pemeriksaan.
"Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Lintas Tangerang sehubungan KA 1914A (Duri-Tangerang) tertemper sepeda motor di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper," demikian pengumuman KAI di akun X, @CommuterLine, pada hari yang sama.
Baca Juga: Ansor dan Akademisi NU Tasikmalaya Kritik Undangan KDM ke Syuriah NU Jelang Muktamar
"Perjalanan Commuter Line saat ini masih dalam proses evakuasi kendaraan sepeda motor yang menghalangi jalur dan pengecekam rangkaian KA," tulis keterangan tersebut.
Artikel Terkait
Pemkot Tasikmalaya Naikkan Insentif Guru TPA, TK dan PAUD Rp 50 Ribu, BKPRMI: Baru Wacana
Momen Kocak BEM UI Roasting Polwan di Thamrin, Spanduk "Kami Siap Melayani" Jadi Sorotan
Pria Tanpa Busana Serang Acak Pemotor di Lenteng Agung, 2 Pengendara Jadi Korban hingga Diamankan Polisi
Pengusaha UMKM Tebet Klaim Diusir Demi SPPG, Deposit Rp8 Juta Ditahan dan Muncul Tagihan Rp30 Juta
Gempa NTT M7,7 Rusak RSUD Ruteng, Kemenkes Bangun RS Lapangan dan Kerahkan Logistik Udara
Kabut Asap Karhutla Banjarbaru Makin Pekat, BMKG Sebut Kualitas Udara Berbahaya