Nofa berharap para duta tersebut dapat menjadi penggerak di lingkungan sekolah masing-masing. Mereka diharapkan mampu memberikan contoh dalam menabung dan mengelola keuangan sekaligus mengajak teman sebaya memahami penggunaan produk keuangan secara tepat.
"Kami berharap Duta Literasi Keuangan benar-benar menjadi penggerak di sekolahnya. Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menabung dan mengelola keuangan, sekaligus mengajak teman sebaya untuk semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan, " Terang Nofa.
Mobil Edukasi Menjangkau Sekolah
Perluasan literasi keuangan pelajar juga dilakukan melalui pengerahan mobil edukasi. Dalam kegiatan tersebut, OJK melepas mobil SiMOLEK atau Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan bersama sembilan mobil edukasi dan kas keliling perbankan di wilayah Priangan Timur.
Mobil tersebut diarahkan menuju sekolah binaan masing-masing. Selain memberikan edukasi, keberadaannya ditujukan untuk mendekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.
Program edukasi keuangan secara serentak turut melibatkan 29 industri jasa keuangan, baik bank maupun non-bank, di wilayah Priangan Timur. Kegiatan tersebut menyasar 44 sekolah dengan jumlah peserta lebih dari 4.000 siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA atau sederajat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya OJK Tasikmalaya dan industri jasa keuangan menghadirkan edukasi secara langsung di lingkungan sekolah. Dengan demikian, literasi keuangan pelajar tidak hanya diberikan melalui materi, tetapi juga disertai pengenalan terhadap akses layanan keuangan.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya Bekali 91 Anggota Pramuka dengan Literasi Keuangan dan Bahaya Judi Online
Komitmen Industri Jasa Keuangan
Ketua FKIJK Priangan Timur yang juga Pemimpin Bank BJB Cabang Tasikmalaya, Fina Petrina Ahmad, mengatakan industri jasa keuangan memiliki komitmen untuk memperluas jangkauan edukasi serta akses layanan keuangan bagi generasi muda.
"FKIJK Priangan Timur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan, " ujarnya. .
Menurut Fina, peningkatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Industri jasa keuangan tidak hanya dituntut membuka akses layanan, tetapi juga membantu membangun pemahaman serta kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah.
"Kami ingin kehadiran industri jasa keuangan memberikan manfaat nyata, tidak hanya dengan membuka akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun pemahaman dan kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah,"ujar Fina.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya Bekali Mahasiswa Unpad, Literasi Keuangan Jadi Benteng dari Jerat Pinjaman Ilegal
Artikel Terkait
OJK Tasikmalaya Dorong Mahasiswa Jadi Investor Cerdas Lewat Sekolah Pasar Modal di Ciamis
Program Tasikmalaya CAANG Jangkau 58 Ribu Warga, OJK Targetkan Edukasi Meluas hingga 98 Ribu Masyarakat
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Perkuat Industri BPR Syariah
OJK Tasikmalaya Luncurkan Program GENIUS di Ciamis, Perkuat Literasi Keuangan Guru dan Kepala Sekolah
OJK Tasikmalaya dan TPAKD Garut Perkuat UMKM lewat Program Desa EKI Tepas Papandayan
Kembangkan Ekonomi Daerah, Pemkab Garut Gandeng OJK Perluas Akses Pembiayaan Pertanian Kentang