Baca Juga: Umtas Tasikmalaya Gelar Sidang Senat Terbuka Peringati Milad ke-11 Tahun
Dalam konteks perkembangan teknologi, Neni turut menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Perkembangan AI kata Neni, perlu direspons secara bijak agar dapat menjadi teknologi yang menopang aktivitas manusia.
"AI luar biasa. Tetapi kita harus menjadi motor, mengendalikan dan beradaptasi dengan AI untuk menopang aktivitas," katanya.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 4 Jabar Dr. Lukman turut memberi motivasi dan arahan pada mahasiswa agar mampu mengubah pola pikir selama menempuh pendidikan tinggi.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir yang memungkinkan mahasiswa memberikan dampak positif sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Pesan serupa disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMTAS, Prof. Yadi Janwari, M.A. Ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya memiliki fungsi pendidikan, tetapi juga menjalankan fungsi pengkaderan dan dakwah.
Menurut Yadi, mahasiswa perlu memahami bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi semestinya tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu tersebut harus dapat diimplementasikan untuk memberikan perubahan dan manfaat di tengah masyarakat.
Sementara itu Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, mengajak mahasiswa baru untuk mensyukuri kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.
Swali Kota Diky Candra mengingatkan bahwa kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Karena itu, mahasiswa diminta menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
"Mahasiswa yang mengikuti PKKMB khususnya mahasiswa baru agar selalu sukur nikmat karena tidak semua mendapatkan kesempatan bisa kuliah di perguruan tinggi. Saya pun tidak kuliah hanya lulusan SMA," ujar Diky.
Dicky juga mengajak mahasiswa untuk tidak melupakan akar budaya dan bahasa daerah. Ia menyinggung pentingnya mengenal budaya lokal, termasuk bahasa Sunda, di tengah perkembangan zaman.
Artikel Terkait
Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 8 Kota Tasikmalaya Dilarang Selebrasi Berlebihan dan Konvoi di Jalanan
SMAN I Singaparna Jadi Sekolah Maung, Kawah Candradimuka Pelajar Berprestasi
Cetak Tenaga Kesehatan Berkualitas, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wisuda 272 Lulusan
Buka Kuota 384 Kursi, Sekolah MAUNG SMAN 1 Singaparna Targetkan Penjaringan Siswa Unggul
Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Tasikmalaya, Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak
PCMB Jawa Barat Diperpanjang hingga 11 Juni 2026, Pemetaan Calon Murid Baru dan SPMB Segera Berlanjut