Ia menekankan perlunya edukasi yang lebih baik kepada masyarakat untuk memperkuat pemahaman dan peran mereka dalam menangani permasalahan sampah.
"Perlu adanya pengalokasian anggaran penanganan sampah langsung kepada masyarakat. Masyarakat perlu diberdayakan untuk mengelola sampah agar memiliki nilai jual, seperti dijadikan pupuk dan produk lainnya," ucap Deden.
Lebih lanjut, Deden mengemukakan bahwa penanganan sampah harus mengalami perubahan paradigma terhadap cara penganggaran dan tahap penanganan sampah.
Tidak hanya fokus pada tahap akhir penanganan sampah, melainkan juga memberdayakan masyarakat, terutama di tingkat kecamatan dan desa.
"Diperlukan perubahan dalam paradigma penanganan sampah. Peran aktif masyarakat harus diakomodir, terutama pada tingkat kecamatan dan desa untuk memberdayakan masyarakat dalam penanganan sampah secara maksimal," pungkas Deden.***